Rabu, 22 Mei 2019 03:35 WIB

Herpes: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Fithria Pratiwi - detikHealth
Herpes: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya/Foto: istock Herpes: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya/Foto: istock
Jakarta - Herpes adalah infeksi virus yang menyebabkan lecet dan luka yang menyakitkan. Infeksi virus herpes ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering.

Herpes ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes yaitu virus HSV. Penyakit ini juga kadang disebut penyakit cacar air oleh sebagian orang.



Virus Penyebab dan Gejala Herpes

1. Herpes Simplex Virus Tipe 1 (HSV 1)

HSV 1 merupakan virus yang dapat menyebar dengan cepat dan umumnya menyebabkan herpes oral (mulut). Virus ini juga dapat menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) jika menyebar ke alat kelamin pada saat melakukan hubungan seksual melalui oral. Virus ini juga dapat menular melalui kontak langsung seperti berciuman, berbagi peralatan makan atau lipstik dan kosmetik.

Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi HSV 1 ini diawali dengan demam, nyeri otot, dan lemas. Akan muncul rasa nyeri, gatal, dan rasa terbakar pada tempat infeksi. Kemudian akan timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan akan mengering dalam beberapa hari. Blister tersebut akan mengakibatkan luka dengan rasa nyeri.

2. Herpes Simplex Virus Tipe 2 (HSV 2)

HSV 2 merupakan penyebab penyakit herpes genital. Virus ini menyebar melalui kontak dengan luka pada penderita herpes, misalnya pada saat hubungan seksual. Pada bayi, virus ini juga dapat tertular dari ibu saat persalinan.

Herpes simplex virus tipe 2 ini lebih mudah menginfeksi perempuan. Selain itu, dengan bergonta-ganti pasangan seksual, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah juga dapat terinfeksi HSV 2 ini.

Gejala yang ditimbulkan dari herpes genital ini adalah munculnya rasa gatal dan sakit saat buang air kecil, serta akan keluarnya cairan dari vagina dan benjolan di selangkangan. Kemudian akan muncul koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.

3. Virus Varicella-zoster (VZV)

VZV merupakan virus kelompok herpesviridae yang menjadi penyebab cacar air dan cacar ular (herpes zoster). Cacar air terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi seorang anak pertama kali. Sedangkan cacar ular (herpes zoster) dapat terjadi ketika cacar air yang diderita seseorang sudah sembuh, namun masih ada virus varicella-zoster yang bersifat laten dan dapat muncul kembali.

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air. Gejala yang muncul biasanya berupa rasa nyeri dan panas pada kulit di salah satu bagian tubuh. Nyeri dan panas di bagian tersebut akan diikuti dengan munculnya ruam kemerahan, serta membentuk lepuhan yang gatal dan berisi air.



Pengobatan Herpes

Pengobatan herpes akan berfokus untuk menghilangkan blister dan mencegah penyebaran herpes, meskipun blister atau lepuhan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Biasanya dokter akan memberikan obat antivirus yang dapat mengurangi komplikasi akibat herpes.

Kamu juga dapat mengompres dengan air hangat atau air dingin pada kulit yang terkena sebagai obat alami untuk mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan. Selain itu menggunakan pakaian longgar dan tetap menjaga area koreng tetap kering dan bersih.

Pada ibu hamil yang pernah menderita herpes genital disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Virus ini dapat menular pada bayi selama masa persalinan. Ketika ibu hamil sedang mengalami infeksi yang aktif, hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya pada bayi.

Pencegahan herpes juga dapat dilakukan dengan cara menghindar kontak langsung dengan orang yang sedang menderita penyakit herpes. Rajin mencuci tangan dan jangan berbagi barang-barang yang dapat menyebarkan virus, seperti gelas, cangkir, handuk, pakaian, dan make up.

(nwy/up)