Rabu, 22 Mei 2019 09:30 WIB

Rusuh Massa di Tanah Abang, Ini Dampak Petasan bagi Tubuh

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Langit Tanah Abang penuh asap petasan. Foto: 20Detik Langit Tanah Abang penuh asap petasan. Foto: 20Detik
Jakarta -

Petugas keamanan seperti polisi dan personel TNI ikut mengendalikan massa yang membuat kericuhan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat menjelang sahur.

Dikutip dari detikNews, pukul 03.55 WIB massa di lokasi melawan polisi dengan melemparkan petasan. Kerumunan orang pun berusaha menembus pertahanan polisi yang menggunakan tameng.

Polisi sudah meminta massa segera membubarkan diri, sekaligus mengingatkan waktu sahur.


Petasan memiliki dampak yang kurang baik bagi tubuh. Seperti ditulis Max Cure Hospital, berikut ini beberapa jenis bahan kimia yang sering digunakan untuk bahan merakit petasan dan bahayanya. Asap tebal yang dihasilkan bahkan oleh kembang api kecil sekalipun dapat memengaruhi saluran pernapasan, terutama anak-anak kecil.

Asap yang mencemari udara dapat membuat kondisi orang yang alergi menjadi lebih parah. Ini juga dapat menyesakkan tenggorokan dan dada. Polusi udara dan kebisingan yang disebabkan oleh petasan dapat memengaruhi orang-orang dengan gangguan yang berkaitan dengan jantung, pernapasan, dan sistem saraf.

Untuk menghasilkan warna ketika petasan dinyalakan, elemen radioaktif dan beracun digunakan. Ketika senyawa ini mencemari udara, petasan bisa meningkatkan risiko kanker pada orang. Asap berbahaya saat menembakkan petasan juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Oleh karena itu, wanita hamil disarankan untuk tinggal di rumah ketika sedang sedang banyaknya kembang api atau petasan.

dr Gitalisa Andayani, SpM(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pernah mengingatkan untuk mewaspadai serpihan-serpihan dari ledakan petasan. Jika mengenai mata, kornea bisa mengalami luka bakar.

Contoh kasus dari tahun 1929, seorang anak berusia enam tahun yang menjadi korban akibat ledakan petasan yang ia pasang dengan tongkat setinggi tiga kaki. Baru-baru ini, dalam laporan jurnal tersebut, seorang pria berusia 44 tahun di India datang ke unit gawat darurat dengan penglihatan minus dan kebutaan di masing-masing mata kanan dan kirinya, setelah petasan meledak di wajahnya.

Ledakan petasan bisa memicu cedera sistem pendengaran. Hal ini disampaikan praktisi kesehatan dari RS Akademik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dr Mahatma T. Bawono, SpTHT-KL, MSc beberapa waktu lalu.

"Telinga akan berdenging. Biasanya disebut trauma akustik, atau trauma karena dentuman suara yang keras. Efeknya dapat membuat trauma pada gendang telinga," jelas dr Boni.

(ask/kna)
News Feed