Rabu, 22 Mei 2019 12:01 WIB

Rusuh Jakarta 22 Mei, Psikolog Bagikan Tips Agar Tidak Resah

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kerusuhan di Tanah Abang. Foto: Rifkianto Nugroho Kerusuhan di Tanah Abang. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Sejak Rabu (22/5) dini hari hingga saat ini, kerusuhan antara massa dan polisi terjadi di beberapa titik di Jakarta, seperti Tanah Abang dan Slipi. Lemparan batu massa dibalas dengan gas air mata.

Masyarakat pun menjadi resah karena kerusuhan itu ditambah dengan adanya berita atau video yang belum jelas kebenarannya mengenai aksi 22 Mei tersebut beredar di media sosial.

Psikolog dari Personal Growth Talissa Carmelia M.Psi menyarankan masyarakat jangan langsung percaya dengan berita yang beredar sebelum kebenarannya valid dan terpercaya.

"Saat ini banyak berita hoax yang sengaja disebar di masyarakat untuk membuat masyarakat takut, padahal berita tersebut belum tentu benar. Oleh karena itu kita yang perlu proaktif untuk mencari berita yang valid dan menyebarkan berita yang terpercaya agar masyarakat bisa tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi," ujarnya kepada detikHealth.



Jika berita yang beredar membuat keresahan, Talissa menganjurkan untuk membatasi penggunaan media sosial. Tidak jarang, media sosial justru membuat kita resah karena banyaknya informasi yang ada di sana.

"Kurangi jumlah penggunaan media sosial jika hal tersebut mengganggu dan membuat kita semakin resah. Selain itu, jika kemungkinan situasi menjadi berbahaya, maka kita bisa membuat rencana antisipatif untuk menghadapi situasi tersebut," sarannya.

Talissa menambahkan, sangat penting untuk tidak menimbulkan keresahan pada orang lain dengan tidak ikut memanas-manaskan situasi, seperti mengirim berita atau video yang belum diketahui kebenarannya.

(wdw/up)
News Feed