Rabu, 22 Mei 2019 12:36 WIB

Odol Bisa Atasi Gas Air Mata? Salah! Ini yang Benar Menurut Dokter

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Massa demonstrasi 22 Mei. (Foto: Lamhot Aritonang) Massa demonstrasi 22 Mei. (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Massa yang melakukan aksi di beberapa titik kota Jakarta seperti depan Bawaslu, sekitar Tanah Abang dan Slipi terlihat mengoleskan odol atau pasta gigi di wajah mereka.

Diduga, pengolesan odol ini ditujukan agar mata tidak perih ketika terkena gas air mata nantinya. Tapi apa benar odol bisa efektif kurangi efek gas air mata?



"Odol nggak ngaruh sebenarnya. Gas air mata bekerjanya karena terhirup, bukan kontak dengan mata. Efek gas air mata itu kan terhirup yang menyebabkan sekresi dari kelenjar air mata," kata dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia kepada detikHealth, Rabu, (22/5/2019).

dr Wisnu menuturkan penggunaan odol tidak akan menghalau efek dari gas air mata. Bahkan, penggunaan odol di area mata bisa menyebabkan efek samping seperti kerusakan mata.

"Odol masuk ke mata akan iritasi. Sama kayak kita kelilipan gitu. Jadi pengobatannya atau first aid untuk iritasi mata itu dikasih air mengalir," pungkasnya.



Kandungan Gas Air Mata

Dikutip dari ThoughtCo, gas air mata atau agen lachrymatory, mengacu pada salah satu dari sejumlah senyawa kimia yang menyebabkan air mata dan rasa sakit pada mata. Terkadang ini bisa juga menimbulkan efek kebutaan sementara. Gas air mata dapat digunakan untuk pertahanan diri, tetapi lebih sering digunakan sebagai agen mengontrol kerusuhan.

Cara kerja dari gas air mata sendiri adalah mengiritasi selaput lendir mata, hidung, mulut, dan paru-paru. Iritasi dapat disebabkan oleh reaksi kimia dengan kelompok enzim sulfhidril, meskipun mekanisme lain juga terjadi.

Ada berbagai jenis senyawa yang dapat digunakan sebagai gas air mata, misalnya CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CR, CN (chloroacetophenone), bromoacetone, phenacyl bromide, atau semprotan merica.

(kna/up)
News Feed