Rabu, 22 Mei 2019 13:00 WIB

Studi: Plasenta Bisa Digunakan untuk Mengobati Serangan Jantung

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi studi mengenai plasenta bisa mengobati serangan jantung. Foto: iStock Ilustrasi studi mengenai plasenta bisa mengobati serangan jantung. Foto: iStock
Jakarta - Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan adanya pengobatan yang bisa membantu menyembuhkan kerusakan organ akibat serangan jantung. Penelitian ini memberikan pencerahan di dunia medis.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Mount Sinai, New York menggunakan plasenta, suatu organ dalam kandungan pada masa kehamilan untuk pengobatan serangan jantung.

Pada serangan jantung, terjadi jaringan parut yang bertahan cukup lama dan dapat menyebabkan gagal jantung dan akhirnya kematian. Plasenta dipercaya sebagai sumber yang kaya akan sel induk pun digunakan untuk menghilangkan jaringan parut tersebut.

Plasenta juga dikenal sebagai 'sel induk' karena mampu berubah menjadi semua jenis jaringan dengan potensi untuk mengobati berbagai macam penyakit di kemudian hari. Pada penelitian pada hewan pengerat, tikus di laboratorium menunjukkan suntikan sel turunan plasenta tertentu yang dikenal sebagai sel CDX2 dapat memperbaiki jantung tikus.

Para peneliti mengambil 40 persen sel plasenta untuk melakukan regenerasi di jantung. Untuk menguji sifat regeneratifnya, para peneliti menginduksi serangan jantung pada tiga kelompok tikus jantan.

Satu kelompok menerima perawatan sel induk CDX2 yang berasal dari plasenta tikus, kelompok kedua menerima perawatan dengan sel-sel plasenta yang tidak memiliki CDX2, dan kelompok lainnya menggunakan larutan garam dan bertindak sebagai kelompok kontrol.

Hasilnya, kelompok sel plasenta dengan sel induk CDX2 membentuk pembuluh darah baru di jantung atau mengalami regenerasi, sementara kelompok dengan sel plasenta non CDX2 mengalami gagal jantung dan jantung tidak mengalami regenerasi.



Dr Hina Chaudhry, direktur kedokteran regeneratif kardiovaskular mengatakan bahwa penelitian ini sangat penting untuk pengembangan strategi pengobatan sel induk pada manusia dan menjadi terapi yang sangat baik bagi serangan jantung.

"Kami telah dapat mengisolasi sel CDX2 dari istilah plasenta manusia juga. Oleh karena itu, kita sekarang berharap bahwa kita dapat merancang perawatan sel induk manusia yang lebih baik untuk jantung daripada yang kita lihat di masa lalu," ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Dalam sejarahnya, sel CDX2 dianggap hanya menghasilkan plasenta dalam perkembangan embrio awal, namun belum terbukti memiliki kemampuan untuk meregenerasi organ lain. Hal itu lah yang membuat penelitian ini semakin menarik.

Penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of National Academy of Sciences ini pun mengejutkan bagi para ahli jantung.

(wdw/up)