Rabu, 22 Mei 2019 14:24 WIB

Penjelasan Dokter Soal Pedihnya Terkena Gas Air Mata

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gas air mata yang terhirup merangsang kelenjar air mata (Foto: Ari Saputra) Gas air mata yang terhirup merangsang kelenjar air mata (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Gas air mata atau agen lachrymatory mengandung berbagai jenis senyawa seperti CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CR, CN (chloroacetophenone), bromoacetone, phenacyl bromide, atau semprotan merica.

dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia mengatakan gas air mata bekerja ketika terhirup, tapi bukan hanya hidung yang terkena efek sampingnya tetapi juga mata. Oleh sebab itu, terkena paparan gas air mata bisa bikin kamu menangis.

"Semua benda yang terhirup pasti ada efeknya. Kalau pasien yang punya alergi, terhirup akan jadi sesak. Selaput lendir di hidung itu akan bengkak," katanya kepada detikHealth, Rabu (22/5/2019).



Meski baru akan bekerja ketika terhirup, gas air mata bisa menyebabkan rasa sakit pada mata. Hal ini disebabkan ada saluran yang dari kantong mata ke rongga hidung. Sehingga jika kalau terhirup membuat kelenjar air matanya memproduksi air mata karena iritasi.

"Ada efek samping yang tidak langsung juga. Seperti tadi kalau dikasih odol atau macam-macam akan menimbulkan kontaminasi terhadap selaput korneanya yang akibatnya jadi infeksi terus kalau di garuk dan tangannya kotor akhirnya ada scretching di selaput matanya itu bisa infeksi nantinya," pungkasnya.

(kna/up)