Rabu, 22 Mei 2019 16:24 WIB

Kata Dokter Jiwa Soal 'Wisata Demo', Tren Foto-foto Berlatar Kerusuhan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Berfoto dengan latar belakang petugas keamanan (Foto: Pradita Utama) Berfoto dengan latar belakang petugas keamanan (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Situasi di Jakarta pada Rabu (22/5/2019) hingga siang ini masih belum menentu. Aparat keamanan dan pemerintah masih berusaha menciptakan kondisi yang lebih aman serta kondusif menyusul aksi 22 Mei yang diwarnai kericuhan.

Di tengah kondisi tersebut, media sosial diwarnai tren 'wisata demo' yakni foto-foto selfie dekat dengan lokasi kerusuhan. Rasa takut dan khawatir seolah tidak dirasakan mereka yang mengambil foto atau video dengan latar belakang massa pendemo, aparat yang bertugas, maupun suasana lengang karena sebagian ruas jalanan ibukota ditutup.

"Dunia medis menyebutnya sebagai narcisstic need, yaitu saat eksistensi diri lebih penting dalam kehidupan sehari-hari. Keinginan eksis bisa saja mengalahkan rasa takut dan khawatir yang dirasakan dalam situasi berbahaya," kata Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi dr Lahargo Kembaren, SpKJ pada detikHealth, Rabu (22/5/2019).



Video dan foto tersebut kemudian akan diunggah dan di-share dengan harapan ada yang memberi apresiasi dalam bentuk komen atau like. Apresiasi dianggap akan meningkatkan eksistensi dan harga diri.

Kepada masyarakat yang masih ingin mengambil foto dan video di tengah kerusuhan, dr Lahargo menyarankan untuk berpikir matang. Pikiran yang lebih rasional dan dewasa memungkinkan seseorang bisa bertindak lebih baik saat berada di kondisi yang berbahaya.

(up/up)