Rabu, 22 Mei 2019 17:40 WIB

Bukan Diguyur Susu, Dokter Bagikan Tips Ampuh Atasi Efek Gas Air Mata

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kerusuhan terkait aksi 22 Mei di Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho) Kerusuhan terkait aksi 22 Mei di Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Tembakan gas air mata jadi salah satu andalan petugas keamanan dalam menghadapi massa beringas di aksi 22 Mei yang menggemparkan Jakarta hari ini. Efeknya, mata jadi perih dan berair.

Beberapa orang menyarankan untuk mengguyur susu dingin agar efek gas air mata mereda. Tapi menurut dokter, itu bukan cara yang tepat.

"Cuci saja pakai air mengalir yang bersih. Jangan pakai sabun, susu, segala macam. Kalau ke mata paling baik air mengalir saja," kata dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia kepada detikHealth, Rabu (22/5/2019).

Tips lain yang juga banyak beredar adalah mengoleskan odol atau pasta gigi ke wajah, terutama di sekitar mata. Lagi-lagi, tips ini dinilai salah kaprah karena cara kerja gas air mata tidak bisa dihadang cuma dengan odol.

"Odol nggak ngaruh sebenarnya. Gas air mata bekerjanya karena terhirup bukan kontak dengan mata. Efek gas air mata itu kan terhirup yang menyebabkan sekresi dari kelenjar air mata," jelas dr Wisnu.



Malah, odol berisiko memicu iritasi kalau dioles terlalu dekat dengan mata. "Odol masuk ke mata akan iritasi. Sama kayak kita kelilipan gitu," lanjutnya.

Jadi apa yang harus dilakukan? Menjauhi paparan gas air mata merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Lalu untuk mengatasi iritasi yang terjadi pada mata, maka guyuran air bersih akan sangat membantu.

"Pengobatannya atau first aid untuk iritasi mata itu dikasih air mengalir," tegas dr Wisnu.

(up/wdw)