Kamis, 23 Mei 2019 09:19 WIB

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening yang Diidap Arifin Ilham Sebelum Wafat

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Kabar duka menyelimuti masyarakat, Ustad Arifin Ilham meninggal dunia. Foto: dok. Alvin Kabar duka menyelimuti masyarakat, Ustad Arifin Ilham meninggal dunia. Foto: dok. Alvin
Jakarta - Ustad Arifin Ilham wafat setelah sebelumnya berjuang melawan kanker kelenjar getah bening. Meninggalnya ustad Arifin Ilham menimbulkan luka terdalam bagi masyarakat Indonesia. Sosoknya yang selalu hangat dan ramah. Ia pun kerap berzikir hingga menangis.

Penyakit kanker kelenjar getah bening atau kanker limfoma merupakan jenis kanker yang berawal dari sel-sel yang disebut limfosit (sel darah putih). Pada kanker, limfosit berproliferasi lebih cepat dan hidup lebih lama dibandingkan limfosit normal.

Gejala paling umum dari penyakit ini adalah pembengkakan pada kelenjar getah bening. Bagian yang kerap dilaporkan mengalami pembengkakan antara lain leher, ketiak, dan pangkal paha.


Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM, dari RS Cipto Mangunkusumo sebelumnya menjelaskan benjolan yang jadi tanda kanker punya ciri tidak sakit dan semakin besar.

"Kalau karena limfoma, benjolan justru makin besar. Juga perhatikan gejala khas limfoma lainnya, seperti demam lama dengan suhu tak sampai 38 derajat Celsius," jelas dr Andhika.

Video: Riwayat Penyakit yang Diderita oleh Ustaz Arifin Ilham

[Gambas:Video 20detik]



Selain itu, gejala dari kanker kelenjar getah bening adalah berat badan yang turun tanpa sebab yang jelas, terkadang juga diikuti dengan rasa lelah yang terus menerus berlangsung. Apabila kanker limfoma khususnya Hodgkin mempengaruhi kelenjar getah bening yang ada di dada, pembengkakan nodus ini bisa menekan tenggorokan (trakea) dan membuat kamu batuk-batuk atau bahkan mengalami kesulitan bernapas, terutama saat berbaring.

Perlu menjadi catatan, kanker ini sering muncul tanpa gejala pada stadium awal sehingga baru ditemukan umumnya pada saat check up.

"Kalau sudah agak lanjut, gejala yang ditimbulkan bermacam-macam. Kalau primernya di indung telur atau ovarium biasanya muncul benjolan di perut, nyeri perut, kacau haidnya atau haid tidak teratur," tutur dr Denni Joko Purwanto, SpB (K) Onk dari RS Kanker Dharmais beberapa waktu silam.



(ask/up)