Menurut Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi, antara otak sebagai pusat sistem saraf dengan lambung terdapat hubungan melalui interaksi neurohormonal. Sehingga jika terjadi kecemasan akan meningkatkan produksi asam lambung.
"Stres bisa memicu maag kambuh karena ada hubungan dari motorik, sensorik, dan aktivitas axis sistem saraf pusat atau otak dengan saluran pencernaan sehingga jika ada masalah atau gangguan dalam di sistem saraf dan stres memicu timbulnya sakit maag," kata dr. Helmin kepada detikHealth, Kamis (23/5/2019).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, perlu melakukan manajemen stres dengan baik agar maag tidak kambuh. Manajemen stres bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya berkumpul bersama orang terdekat dan berpikir positif.
"Stres sangat individual. Stres dalam hidup tidak bisa dihindari, namun harus dilatih untuk bisa beradaptasi dengan stres dan menjadikan stres yang terjadi menjadi tantangan untuk maju," ungkap dr. Helmin.
Namun jika stres terlanjur memicu kambuhnya maag, dr. Helmin menyarankan untuk segera meminum obat pereda sakit maag untuk mengatasi gejala yang muncul sekaligus mencegah maag menjadi lebih parah.
"Pemberian obat bertujuan untuk mengatasi gejalanya dan mencegah keparahannya. Obat maag digunakan untuk mengatasi gejala sakit maag yang timbul. Namun pada penderita sakit maag yang tidak bisa dihindari dari pencetusnya dapat diberikan obat maag juga untuk mencegah timbulnya gejala," jelas dr. Helmin.
Salah satu obat maag yang bisa dikonsumsi untuk meredakan maag adalah Promag. Obat ini memiliki kandungan Hydrotalcite yang membantu membentuk lapisan dinding lambung sehingga bisa mengurangi nyeri yang diakibatkan oleh iritasi asam lambung.
Promag juga mengandung bahan aktif antasida seperti magnesium hidroksida dan kalsium karbonat yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung sehingga sakit maag pun bisa mereda. (mul/mpr)











































