Kamis, 23 Mei 2019 16:10 WIB

8 Tewas dalam Rusuh 22 Mei, Dinkes DKI Utamakan Penyelamatan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Suasana kericuhan dalam aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu (Foto: Agung Pambudhy) Suasana kericuhan dalam aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Kerusuhan pada 22 Mei lalu memakan korban jiwa. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada 8 korban yang meninggal akibat aksi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Widyastuti, MKM tak banyak berkomentar ketika ditanyai perkembangan data korban. Ia mengatakan bahwa semua data informasi hanya akan dikatakan oleh Anies.

"Kita sudah sepakat baik yang terkait dengan kasus 22 dan 21 Mei ini bersumber satu pintu, semuanya di bawah koordinasi Pemprov (DKI Jakarta) dan kami teruskan kepada Kemenkes. Di Bapak Gubernur," ujarnya saat ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).



dr Widyastuti menuturkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memberikan pelayanan kesehatan bagi siapapun, baik yang terdampak langsung maupun yang tidak akibat dari aksi rusuh 22 Mei tersebut. Ia memastikan bahwa tenaga kesehatan, alat kesehatan, dan obat-obatan mencukupi kebutuhan para korban.

"Yang penting adalah bagaimana mengatasi kegawatdaruratan dulu. Jadi data menjadi nomor dua bukan tidak penting, tapi yang utama bagaimana kalau misalkan terjadi kasus berat atau ringan itu yang diutamakan adalah penyelamatan safety bagi si pasien dulu," imbuhnya.

Sementara itu, dr Widyastuti menegaskan bahwa penyebab tewasnya 6 korban yang telah disebutkan sebelumnya masih dalam proses tim forensik dan akan dikaji lebih lanjut. Belakangan, Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut korban tewas telah mencapai angka 8 jiwa.

(wdw/up)