Kamis, 23 Mei 2019 18:27 WIB

Pemudik Rentan Terserang Diare, Dinkes Dikerahkan Cek Tempat Makan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pemudik rawan terserang diare (Foto: dikhy sasra) Pemudik rawan terserang diare (Foto: dikhy sasra)
Jakarta - Saat mudik, beberapa penyakit bisa saja timbul karena kondisi kesehatan menurun dan lingkungan yang tidak sehat. Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr Bambang Widodo, SpOG(K), MARS, penyakit yang sering muncul adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.

Diare bisa disebabkan karena mengonsumsi makanan yang kurang bersih atau terkontaminasi. Terkadang saat mudik kita tak memerhatikan sumber atau bahan makanan dan juga lokasi kita membeli makanan. Misalnya saja, membeli makanan di pinggir jalan yang belum jelas kebersihannya bisa meningkat risiko penyakit ini.

Sebagai antisipasi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah melakukan pengecekan dan pemeriksaan untuk memperbaiki mutu layanan para penyedia makanan di jalur mudik. Selain itu, ada pula Pergub Prov. DKI Jakarta No. 113 Tahun 2017 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan Terpadu yang juga membantu proses ini.

"Jadi bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja namun juga lintas dinas. Biasanya (pemeriksaan) pada para penjual makanan di sekitar posko, terutama yang pengunjungnya ramai. Yang diperiksa apa aja? Apakah makanan tersebut memiliki kandungan berbahaya seperti boraks, formalin. Kemudian ditanya apakah membuat sendiri atau adakah penyuplainya?" kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Widyastuti, MKM, dalam kesempatan yang sama, Kamis (23/5/2019).



Selain DKI Jakarta, Provinsi Banten juga melakukan pengecekan kandungan makanan. Namun dituturkan oleh Plt. Kadinkes Provinsi Banten Dr M Yusuf, SSos, MSi, pengecekan tersebut hanya dilakukan dengan mengambil sampel di Pasar Serang untuk memeriksa apakah ada kandungan tertentu pada makanan yang dijual.

Bambang menambahkan, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat untuk dilakukan saat mudik bisa dilakukan mulai dari diri sendiri. Ia mengatakan dengan langkah mudah seperti mencuci tangan dengan benar, menggunakan air mengalir dan sabun sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Cuci tangan pakai air mengalir yang paling benar, kalau nggak ada ya pakai botol dialirin atau pakai gayung. Kedua pake sabun, digosok pada semua sisi. Kalau mau bener pake sabun cair, pake sabun batang boleh tapi jangan yang terendam air karena justru menjadi media atau sarang kuman, jadi harus yang kering," katanya.

Kemudian mengeringkan tangan, disarankan untuk tidak menggunakan handuk atau lap bersama yang tergantung karena berisiko kontaminasi. Gunakan pengering tangan, tisu, atau keringkan di bawah sinar matahari.

(frp/up)