Sabtu, 25 Mei 2019 07:05 WIB

Waduh! Ternyata Banyak yang Percaya Larutan Pemutih Bisa Obati Autisme

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi pemutih pakaian. (Foto: thinkstock) Ilustrasi pemutih pakaian. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dua orang ibu melakukan investigasi terkait kabar soal pemutih pakaian yang dikatakan bisa mengobati autisme. Kabar tersebut beredar luas di internet, meski telah diketahui pemutih pakaian atau bleach bersifat racun bila tertelan.

Investigasi dilakukan Melissa Eaton dari Salisbury, North Carolina dan Amanda Seigler dari Lake Worth, Florida yang keduanya memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Keduanya melakukan investigasi dengan masuk ke sejumlah grup berbasis facebook, yang yakin ASD bisa diobati dengan pemutih pakaian.

"Memiliki anak dengan ASD adalah situasi yang berat bagi orang tua, namun memberi anak pemutih pakaian jelas menyiksa anak. Kita bisa saja bertindak bodo amat dan membiarkan hal tersebut. Namun kami bukan orang seperti itu. Grup ini nyatanya seperti sekte," kata Eaton pada NBC dikutip dari Daily Mail.

Keduanya membuat akun palsu di facebook dan masuk ke tiap grup yang meyakini manfaat klorin dioksida untuk ASD. Setiap unggahan yang berkaitan dengan ASD dan pemutih pakaian difoto dan dikirim ke lembaga perlindungan anak. Dalam 3 tahun terakhir, Eaton dan Seigler telah melaporkan sekitar 100 kasus pada pihak yang berwenang.



Menurut Eaton dan Seigler, temuan mereka sangat menyeramkan karena anak umumnya menolak diberi asupan yang jelas berbahaya. Namun orangtua memaksa karena yakin larutan pemutih bisa memperbaiki kondisi anaknya. Seorang ibu dari Kansas mengatakan anaknya mengeluarkan suara seperti terengah-engah usai minum larutan pemutih. Sementara ibu dari Kanada mengatakan anaknya tidak mau membuka mulut, berteriak, memuntahkan larutan bleaching.

Hingga kini belum ada penjelasan atau respons dari lembaga perlindungan soal kasus ini. Ide menggunakan larutan pemutih untuk mengatasi ASD berasal dari Jim Humble, seorang mantan penganut Scientologist. Ide ini dipopulerkan seorang agen perumahan asal Chichago Kerri Rivera yang mengklaim telah menyembuhkan 500 anak dengan metode tersebut.

Rivera menulis pengalamannya dalam buku berjudul the Symptoms Known as Autism yang terbit pada 2013. Dia juga punya channel Youtube yang memperlihatkan petunjuk penggunaan larutan pemutih. Rivera sendiri tak punya latar pendidikan kesehatan namun mengklaim ahli dalam homeopathi. River juga mengatakan bekerja dengan sejumlah ahli kesehatan dalam menyebarkan metode larutan pemutih untuk ASD.



Dikutip dari CDC, ASD biasanya baru diketahui setelah anak berusia 2 tahun. Pad gangguan perkembangan ini biasanya anak memiliki kesulitan komunikasi dan tinglah laku. Beberapa kondisi yang masuk dalam ASD adalah autisme, Asperger's syndrome, dan gangguan disintegratif pada anak. Beberapa tanda ASD adalah mengurangi kontak mata, tidak merespon saat namanya dipanggil, dan melakukan gerakan berulang.

Hingga kini belum diketahui penyebab ASD, namun masyarakat yang percaya manfaat larutan pemutih meyakini sebaliknya. ASD diyakini merupakan dampak dari bakteri dan virus sehingga bisa diatasi dengan klorin dioksida. Padahal sejumlah kasus sudah menunjukkan dampak buruk menelan larutan pemutih. Seorang anak di Inggris harus mengalami operasi usus karena beberapa kali menelan atau menerima larutan pemutih lewat anus.

Eaton dan Seigler mengatakan hingga kini terus memantau komunikasi di grup tersebut. Saran, pengalaman, dan efek pemberian larutan pemutih pada anak pengidap ASD akan terus dikirimkan pada lembaga perlindungan anak. Eaton dan Seigler berharap pemerintah dan penyedia layanan online bisa meyebarkan profil Rivera serta melarang mengunggah materi seputar larutan pemutih untuk mengatasi ASD.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed