Sabtu, 25 Mei 2019 10:05 WIB

'Margaretha Nainggolan' Diisukan Meninggal, Kenapa Hoax Gampang Menyebar?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Margaretha Naingolan yang diisukan meninggal saat 22 Mei lalu. (Foto: dok.istimewa) 'Margaretha Naingolan' yang diisukan meninggal saat 22 Mei lalu. (Foto: dok.istimewa)
Jakarta - Salah satu akun di media sosial Twitter mengunggah informasi soal kematian wanita yang disebut-sebut bernama 'Margaretha Nainggolan'. Parahnya, akun @Sabibussalam2 tersebut bahkan mengunggah foto wanita pada cuitannya tersebut.

Sontak cuitan tersebut viral dan mendapat respons dari wanita yang berada dalam foto tersebut, yang ternyata bernama Febina Pricilia, dan masih hidup dalam kondisi sehat walafiat. Ia tentu tidak terima dengan perlakuan tidak menyenangkan itu dan melayangkan tuntutan ke pihak berwajib.

"Saya mau mengklarifikasi atas meninggalnya seorang bernama Margaretha ke media sosial dan online. Saya Febina Priscila, saya ibu rumah tangga dan saya Puji Tuhan masih hidup dan saya sekarang mengadukan penggunaan foto saya tanpa izin dan tidak benar di pemberitaan media sosial ke Polres Tangerang Selatan," beber Febina.



Berita bohong atau hoax kerap kali beredar di masyarakat. Kasus ini tidak terjadi sekali dua kali, bahkan sudah berlangsung lama dan sayangnya masyarakat masih saja tetap mudah termakan provokasi.

Padahal, banyak cara yang bisa dilakukan untuk melihat apakah berita tersebut hoax atau tidak. Tapi kenapa sih orang gampang percaya berita bohong?

"Sekitar 90 persen keputusan kita berdasar emosi bukan rasio. Ini artinya kita lebih mudah menerima sesuatu yang memancing emosi, terlepas dari dari benar atau tidaknya informasi tersebut," kata dr Roslan Yusni Hasan, ahli bedah saraf dari Satyanegara Brain and Spine Centre kepada detikHealth belum lama ini.

Sebelumnya, dr Roslan atau yang lebih akrab disapa dr Ryu menuturkan otak manusia bekerja berdasarkan rasio dan emosi. Kecenderungan menerima sesuatu yang memancing emosi membuat seseorang lebih bisa menerima info yang sesuai keinginannya.

"Ini membuat hoax tetap lebih mudah diterima masyarakat meski ajakan menghindari berita yang tidak benar terus bergaung," pungkasnya.



Lihat video Foto Dicomot & Disebut Tewas di Aksi 22 Mei, Febina Ngadu ke Polisi:

[Gambas:Video 20detik]


'Margaretha Nainggolan' Diisukan Meninggal, Kenapa Hoax Gampang Menyebar?
(kna/up)