Sabtu, 25 Mei 2019 20:12 WIB

Istri Komplain Gara-gara Sperma Suami Terlalu Kuat

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilutrasi wanita komplain, yang sperma suaminya terlalu kuat. Foto: iStock Ilutrasi wanita komplain, yang sperma suaminya terlalu kuat. Foto: iStock
Jakarta - Seorang istri asal Taiwan komplain karena sperma suami yang dinilai terlalu kuat. Komplain yang diunggah dalam akun Facebook mengundang beragam reaksi warganet.

Pasangan suami istri, yang tidak disebutkan identitasnya, dianugerahi anak keempat pada April 2019. Padahal suami telah melalui 2 kali vasektomi. Cara ini dipilih karena pasangan tersebut mengalami keterbatasan ekonomi.

"Dokter bilang sperma suami sangat kuat dan saya sangat subur. Padahal kami tidak sanggup membesarkan anak keempat dan tak ingin dia akhirnya menderita," kata wanita tersebut dikutip dari Asia One.
Vasektomi adalah prosedur KB pada pria yang bersifat permanen. Tindakan dilakukan dengan operasi kecil atau bedah minor untuk menghalangi tranportasi sperma pada testis dan penis.

Dengan keterbatasan yang ada, wanita tersebut memutuskan menggugurkan kandungannya. Dokter kandungan yang menangani pasangan tersebut bingung sehingga menyarankan ke urologis yang pernah menangani operasi suami.

Menurut dokter ahli urologi Dr Sim Hong Gee dan Dr Michael Wong, kondisi seperti yang dialami pasangan tersebut bisa saja terjadi meski sangat jarang. Efektivitas vasektomi biasanya mencapai 99 persen mencegah kehamilan.

"Kasus ini tidak biasa karena pasangan sempat berhubungan badan 2 tahun setelah vasektomi. Selama masa tersebut tidak ada kehamilan sebelum terjadi mendadak saat ini," kata Dr Sim.

Kegagalan bisa terjadi pada pasien yang tidak kontrol usai terapi, sehingga jalur yang sudah terhalang kembali tersambung. Kemungkinan lain adalah gagal mengidentifikasi jalur sperma, yang biasa terjadi pada pria yang pernah operasi serupa sebelumnya.

(up/up)