Senin, 27 Mei 2019 08:04 WIB

Terjebak Lanjut atau Batal Puasa Saat Mudik, Ini Saran Menkes

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi mudik. Foto: Rifkianto Nugroho Ilustrasi mudik. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Mudik menjelang Lebaran memberi sejumlah tantangan bagi masyarakat yang ingin segera sampai ke kampung halaman. Selain mengendalikan emosi selama dalam perjalanan, Masyarakat juga serba salah hendak melanjutan atau membatalkan puasa.

Menurut Menteri Kesehatan Nila Moeleok, melanjutkan puasa saat mudik sebetulnya bisa dilakukan setiap saat. Namun pemudik wajib memperhatikan asupan saat sahur supaya tubuh tidak kekurangan stamina atau dehidrasi, yang berisiko mengganggu kesehatan tubuh.

"Saat sahur, pastikan telah mengosumsi cukup asupan kebutuhan tubuh bila ingin lanjut puasa saat mudik. Jangan lupa juga cukup minum air putih. Untuk makanan harus diperhatikan ya dan pastikan cukup air saat sahur sudah habis," kata Nila.


Senada dengan Nila, dr Nancy Yunita dari Tim Bankes Posko Kesehatan Terminal Kampung Rambutan juga menyarankan memilih asupan yang tepat saat sahur. Dokter Nancy juga menyarankan tidak memaksaan diri bila kondisi badan tidak bagus.

Penurunan kondisi dikhawatirkan berdampak pada fungsi tubuh saat mudik. Hal ini bisa berisiko karena pemudik sebaiknya selalu tanggap atas situasi sekeliling. Dokter Nancy mencontohkan pentingnya selalu berhati-hati supaya tidak jadi korban kejahatan.

"Karena itu jangan dipaksakan apalagi jika sebelumnya sempat batuk pilek atau imun lagi nggak baik. Apalagi buat ibu hamil yang harus mempertimbangkan dengan baik kondisinya. Takutnya jika maksa puasa nanti jadi nggak fokus dan jadi korban tindak kejahatan," kata dr Nancy.

(Rosmha Widiyani/up)