Senin, 27 Mei 2019 09:10 WIB

Dikira Skizofrenia, Wanita Pikun Ternyata Karena Kekurangan Vitamin B

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi wanita tua. Foto: thinkstock Ilustrasi wanita tua. Foto: thinkstock
Jakarta - Tidak mendapatkan diagnosis dengan benar, seorang wanita berusia 61 tahun menunjukkan gejala-gejala demensia atau pikun. Sayangnya, gejala tersebut sudah dialaminya selama lima tahun.

Wanita itu pun dikira mengalami gangguan kesehatan mental seperti paranoia dan bahkan skizofrenia. Setiap hari ia pun harus mengonsumsi obat olanzapine, obat untuk pengidap skizofrenia.

"Menurut saudara perempuannya, dia terus berbicara dan berteriak tentang roh-roh kerabat yang sudah meninggal yang dapat dia lihat dengan jelas dan siapa yang menyuruhnya untuk tidak minum obat. Dia takut keluarganya akan meracuninya dan menolak untuk berbagi makanan dengan mereka," tulis dalam laporan yang diterbitkan di jurnal BMJ.

Setelah dokter melakukan penilaian lebih dalam. Obat antipsikotik menyebabkan gejala gangguan kesehatan mentalnya keliru untuk meredakan demensianya.


"Gejala psikotik merespons olanzapine dengan baik. Pada penilaian berikutnya, tidak ada laporan tentang perilaku agresif dan delusi penganiayaan dan halusinasi telah berhenti," lanjut tertulis dalam laporan.

Dokter pun akhirnya mengetahui apa yang terjadi pada wanita itu. Ia didiagnosis anemia addison atau anemia pernisiosa, yaitu kondisi di mana kadar sel darah merah menurun karena kekurangan vitamin B12.

Pikun yang dialaminya pun benar-benar karena kekurangan vitamin B12 yang berkaitan dengan anemia megaloblastik, kelainan pembentukan DNA sel darah merah, bukan karena adanya gangguan kesehatan mental.

Kekurangan vitamin B12 jelas sangat berbahaya, dikutip dari Health. Maka dari itu, Pemerintah Amerika Serikat merekomendasikan seluruh warganya untuk mencukupi asupan vitamin B12 yang bisa ditemukan di ikan, unggas, telur, dan susu.

(wdw/up)