Senin, 27 Mei 2019 13:36 WIB

Seberapa Perlukah Wanita Memakai Pantyliner?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pantyliner. Foto: ilustrasi/thinkstock Pantyliner. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Beberapa wanita mewajibkan menggunakan pantyliner, yakni pembalut dengan ukuran lebih kecil dan lebih tipis daripada pembalut biasa. Kebanyakan alasan mereka adalah untuk mengatasi cairan vagina maupun keputihan yang keluar seperti layaknya pembalut pada darah menstruasi biasa.

Dikutip dari Metro.co.uk, keluarnya cairan vagina adalah hal yang normal, merupakan proses alamiah vagina untuk tetap membuatnya sehat dan bersih dan mengeluarkan sisa-sisa mikroba atau sel mati. Cairan ini dapat berubah tergantung siklus menstruasi di bawah pengaruh hormon yang berbeda.

Cairan vagina umumnya tidak berwarna atau jernih, tekstur seperti putih telur, atau kadang berwarna putih dan tidak berbau. Apabila berubah warna, tekstur dan bau, maka dipastikan ada masalah di dalam vaginamu.

Sejumlah pantyliner diproduksi dengan wewangian, mulai dari daun sirih hingga wangi bunga. Hal ini bertujuan untuk menyamarkan bau cairan vagina yang bisa jadi mengganggu. Akan tetapi, justru hal ini bisa menimbulkan masalah.


"Karena (pantyliner wangi) dapat mengganggu flora dan fauna alamiah di dalam vagina. Parfum atau pembersih dapat menyebabkan iritasi pada vulva yang lembut dan jaringan vagina, sehingga saya merekomendasikan menggunakan plain liner dan gantilah sesering mungkin," kata Dr Mayoni, ahli otot pelvis dan kewanitaan dan pemilik The Clinic.

Dr Mayoni menyebutkan untuk alasan kesehatan, seharusnya wanita tak perlu 'harus' mengenakan pantyliner. Menyiapkan celana dalam cadangan yang bersih bisa jadi alternatif yang bagus dan aman. Jika khawatir akan jumlah cairan yang keluar, maka segera periksakan ke dokter.

Ada beberapa situasi yang memang mengharuskan seorang wanita mengenakan pantyliner, misalnya saat di akhir siklus haid atau dalam situasi yang memang sulit untuk rutin mengganti celana. Namun yang perlu diingat adalah untuk menggantinya sesering mungkin untuk menjaga kesehatannya.

"Masalah datang ketika pantyliner tidak diganti sesering mungkin dan bakteri alami tumbuh subur dan berlebihan bisa berpotensi menyebabkn infeksi vagina dan saluran kencing," imbuh dia lagi.

Kesimpulannya adalah, menurut Dr Mayoni, wanita tidak perlu mengenakan pantyliner. Akan tetapi jika memang harus mengenakannya, pilihlah yang tidak mengandung wewangian dan gantilah setiap 2 jam sekali.




Simak Juga 'Perawatan Miss V ala Seleb Cantik Hollywood':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)
News Feed