Senin, 27 Mei 2019 18:31 WIB

Bahaya Asam Urat, Penyakit yang Dikait-kaitkan dengan Mustofa Nahra

Rosmha Widiyani - detikHealth
Foto: Pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya  (Bil-detik) Foto: Pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya (Bil-detik)
Jakarta - Tersangka dugaan penyebaran kabar bohong melalui Twitter terkait posting-an hoax kerusuhan 22 Mei, Mustofa Nahrawardaya, disebut sedang mengalami penyakit asam urat oleh istrinya, Cathy Ahadianti. Polri menyebut penyidik tak akan memaksakan kehendak memeriksa seseorang yang sedang dalam kondisi tak sehat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo juga menuturkan apabila diagnosis medis menunjukkan Mustofa tak sehat maka penyidik akan melarikan Mustofa ke rumah sakit.

"Apabila siap, akan dimintai keterangan. Tapi kalau belum siap akan dirawat di rumah sakit. Dan tentunya penyidik melihat kesehatan dan psikologis Saudara M," ujar Dedi.

Kerap dianggap sepele, namun asam urat bisa membahayakan apabila tak segera ditangani. Asam urat bisa berujung pada kondisi yang lebih parah. Serangan gout sering terjadi pada malam hari dan mengganggu tidur, hingga menyebabkan kelelahan, stres dan perubahan mood.

Rasa nyerinya juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Ditambah lagi berisiko terjadi kerusakan sendiri karena serangan berulang kali, yang bisa mengakibatkan disabilitas permanen, seperti dikutip dari Mayo Clinic.


Asam urat yang tak ditangani bisa menyebabkan penyakit yang disebut tophi atau tophaceous gout. Tophi adalah deposit dari kristal asam urat yang terbentuk di bawah kulit di bagian tangan, kaki, pergelangan atau telinga.

Saat disentuh, tophi terasa keras, tidak terlalu sakit kecuali saat serangan datang yang kemudian menjadi bengkak. Jika bertumbuh, tophi bisa menggesek kulit dan jaringan sendi di sekitarnya, sehingga bisa berujung pada kerusakan sendi dan kelainan bentuk sendi.

Kondisi lainnya yang bisa diakibatkan penyakit asam urat adalah gagal ginjal dan juga batu ginjal. Kristal urat juga bisa terbentuk di dalam ginjal dan menjadi batu ginjal yang menyakitkan. Semakin banyak batu ini akan mengganggu fungsi ginjal.

Menurut National Kidney Foundation, banyak pengidap asam urat juga memiliki penyakit ginjal kronis yang kadang berujung menjadi gagal ginjal. Asam urat juga umum ditemukan pada orang yang mengidap hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal jantung, katarak, sindroma mata kering, dan komplikasi kristal asam urat di paru-paru yang cukup langka.

Jika terdiagnosis lebih awal, pengidap asam urat bisa hidup dengan normal. Biasanya disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu serta mengubah gaya hidup dan pola makan untuk mengurangi gejala serta frekuensi dan keparahan serangan asam urat.

(up/up)
News Feed