Selasa, 28 Mei 2019 08:12 WIB

Wanita Ini Donorkan Plasma Darah 2 Kali Seminggu Agar Bisa Shopping

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi shopping atau berbelanja. Foto: iStock Ilustrasi shopping atau berbelanja. Foto: iStock
Jakarta - Siapa yang tidak senang berbelanja atau shopping? Terutama bagi kaum hawa, shopping bisa menjadi suatu terapi yang sangat menyenangkan. Tapi ada yang unik dari seorang wanita di Utah, negara bagian Amerika Serikat.

Namanya Carisa Barker (20), ia menyumbangkan plasma darahnya untuk mendapatkan imbalan uang tunai yang ia bisa gunakan untuk berbelanja. Carisa secara rutin mendonorkan plasma darahnya setiap dua kali seminggu selama dua tahun.

Tak disangka, dalam satu tahun ia telah meraup uang sebanyak Rp 48 juta hanya dari mendonasikan plasma darahnya. Dan Carisa mengaku menghabiskan Rp 8,6 juta per bulan untuk membeli pakaian, sepatu, dan produk kecantikan.

"Saya benar-benar akan merekomendasikan hal ini (donasi plasma darah -red) kepada orang-orang yang kekurangan uang dan ingin berbelanja. Saya menyumbangkan plasma dua kali seminggu," ujarnya dikutip dari NY Post.


"Saya seorang shopaholic dan saya akan berbelanja setiap hari jika saya bisa. Saya biasanya shopping tiga atau empat kali seminggu," imbuh Carisa.

Carisa mengungkapkan bahwa ia mulai menyumbangkan plasma darah setelah seorang temannya menyarankan cara mudah itu untuk menghasilkan uang.

Selama proses donasi yang disebut plasmapheresis, darah dikeluarkan dari tubuh kemudian plasma darah dipisahkan dari komponen darah yang lainnya. Setelah didapatkan hanya plasma darah, komponen lainnya dikembalikan lagi ke dalam tubuh. Prosesnya memakan waktu satu setengah jam setiap donasi.

"Mesin memisahkan sel darah merah dari plasma. Kemudian mereka memasukkan darah kembali ke tubuh saya. Selama saya makan banyak protein sebelum saya pergi dan tetap terhidrasi, saya merasa baik-baik saja," ungkapnya.

Carisa menjelaskan bahwa tidak ada risiko kesehatan yang bisa muncul karena kebiasaannya mendonorkan plasma darah. Justru ia mengatakan bahwa plasma darahnya akan berguna untuk menjadi obat-obatan penyakit langka.

Seorang ahli dari klinik donor plasma darah mengatakan bahwa seorang pendonor melalui tahap kriteria yang cukup ketat. Dan mereka memastikan keamanan donor dan penerima plasma darah.

"Plasma yang dikumpulkan dari donor sehat diproses menjadi berbagai macam terapi yang bermanfaat bagi ribuan orang setiap hari dengan penyakit langka, sering kali mengancam jiwa seperti kelainan imunodefisiensi, hemofilia, dan herediter angioedema (HAE)," jelasnya.

(wdw/up)