Selasa, 28 Mei 2019 20:07 WIB

Mau Itikaf Tapi Besok Harus Masuk Kerja? Begini Tips Jaga Kebugaran

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ilustrasi ibadah itikaf di masjid selama 10 hari terakhir Ramadhan. Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi ibadah itikaf di masjid selama 10 hari terakhir Ramadhan. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Itikaf adalah ibadah dengan cara berdiam di dalam Masjid. Kegiatan ini biasa dilakukan memasuki 10 hari terakhir Ramadhan yang tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kamu ingin itikaf tapi besok masih harus masuk kerja? Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Berikut dirangkum oleh detikcom.


1. Jam tidur perhatikan

Mau itikaf akan lebih mudah jika kamu tidak memiliki hutang tidur. Umumnya orang dewasa butuh tidur sekitar 6-7 jam. Nah, sudah tercukupi belum tuh? Jika kamu merasa kurang, tidur siang saat puasa juga bisa kamu lakukan untuk 'isi ulang'. Tidur siang 20-30 menit sudah cukup membantu.

2. Minum air putih

Dibanding air yang rasa-rasa, konsumsi air putih saja ketika sahur atau berbuka. Hal itu bisa menjaga kestabilan cairan di dalam tubuh. Oh iya, saat sahur dianjurkan untuk memperbanyak asupan buah dan sayur. Kamu juga bisa mengganti camilan saat itikaf dengan buah-buahan.


3. Sekalian, stop rokok

Hentikan merokok sekarang juga yuk. Banyak yang bilang kalau bulan puasa merupakan saat yang tepat untuk berhenti merokok. Dr Erlang Samoedro, SpP, FISR, Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) memberikan saran bagi kamu yang mau stop merokok saat Ramadhan.

"Satu, rokok itu tidak baik untuk kesehatan. Tidak baik untuk kesehatan berarti tidak baik untuk diri sendiri, di agama juga dilarang untuk menyakiti diri sendiri. Artinya berhentilah merokok," ujarnya.

"Ganti aktivitas rokok dengan aktivitas lain contohnya seperti olahraga. Kalau rokok itu kan yang dihasilkan nikotinnya, nikotinnya kemudian merangsang dopamin di otak naik. Nah olahraga bisa jadi subtitusi rokoknya," lanjutnya.

4. Cek kesehatan

Kontrol tekanan darah secara rutin bagi pasien hipertensi, kontrol gula darah secara teratur bagi penyandang diabetes, dan kontrol secara rutin untuk penyakit tidak menular lainnya sudah sepatutnya dilakukan. Ditambah kalau kamu juga mau itikaf. Jangan dipaksakan kalau kondisi kesehatan lagi menurun.

(ask/up)