Rabu, 29 Mei 2019 13:37 WIB

Hamil dengan Program Bayi Tabung Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Jantung

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pembuahan berbantu bisa jadi solusi masalah kesuburan (Foto: iStock) Pembuahan berbantu bisa jadi solusi masalah kesuburan (Foto: iStock)
Jakarta - Wanita yang sedang menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) baiknya mempertimbangkan untuk menemui dokter jantung. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa perawatan kesuburan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung selama dan setelah kehamilan melalui program bayi tabung.

Temuan ini dipresentasikan pada kongres ilmiah Heart Failure 2019 yang menyoroti kegagalan jantung yang berhubungan dengan kehamilan yang mengancam jiwa dan disebut dengan peripartum cardiomyopathy (PPCM). Masalah ini mempengaruhi satu dari 1.000 wanita hamil di seluruh dunia dan juga dapat membahayakan bayi.

PPCM adalah pembesaran jantung secara mendadak pada akhir kehamilan atau setelah melahirkan. Tanda-tanda penyakit ini antara lain sesak napas, kaki bengkak dan terbangun di malam hari untuk buang air kecil.



"Studi kami menunjukkan bahwa risiko PPCM lima kali lebih tinggi pada wanita yang memiliki perawatan kesuburan sehingga mereka harus menyadari bahwa ketidaknyamanan ini mungkin berdampak buruk. PPCM sering didiagnosis sangat terlambat, dengan konsekuensi langsung pada prognosis," kata ahli jantung di Hannover Medical School yang juga penulis penelitian, dikutip dari Medical News.

Denise Hilfiker-Kleiner, penulis senior studi dan dekan Hannover Medical School dalam penelitian di bidang kardiologi molekuler, mengatakan semua wanita yang menjalani IVF harus mendapatkan pemeriksaan jantung, termasuk ekokardiografi sebelum atau setelah melahirkan untuk mencegah PPCM.

"Wanita yang mengalami tanda-tanda stres jantung atau gangguan fungsi harus tahu bahwa siklus lain dapat meningkatkan risiko menjadi sakit parah," kata Denise.

Selain itu, ada faktor lain yang berkontribusi terhadap PPCM seperti wanita yang melakukan operasi caesar berulang saat melahirkan.

(kna/up)