Rabu, 29 Mei 2019 16:03 WIB

Demi Tumbuh Kembang Anak, KPAI Serukan Akhiri Cebong-Kampret!

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Disadari atau tidak, sebutan cebong-kampret memberikan stimulasi bagi cara berpikir anak (Foto: thinkstock) Disadari atau tidak, sebutan cebong-kampret memberikan stimulasi bagi cara berpikir anak (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pemilu sudah usai, namun penggunaan istilah 'cebong-kampret' nampaknya belum kunjung usai. Belum lagi paparan informasi yang kadang kala ternyata sebuah hoaks, anak yang masih belum bisa berpikir matang bisa jadi korbannya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr Susanto, MA, pun memberi tanggapannya mengenai hal ini kepada detikHealth, Kamis (29/5/2019) saat ditemui di kantor KPAI, Gondangdia, Jakarta Pusat.

"Pertama kita akhiri cebong kampret, karena itu menstimulasi cara berpikir dan bersikap bagi anak bangsa terutama anak dan generasi kita. Bagaimana pun politik yang berjalan 2019 kita memang harus sama-sama kawal dan juga harus sesuai koridor hukum yang berlaku," kata Susanto.



Susanto pun menegaskan jangan sampai anak terpapar oleh informasi yang tidak menyehatkan dan tidak mendidik sehingga bisa merendahkan martabat kita sebagai generasi bangsa. Selain itu, peranan orang tua turut disinggung guna menetralkan anak-anak dari isu politik yang keruh.

"Memang harus pastikan anak-anak kita selain diingatkan tapi juga dicerahkan, kalau menerima informasi hoaks orang tua bisa memberikan penjelasan 'itu hoaks, tidak tepat, jangan di share'. Sampaikan ke pihak berwajib. Polisi itu sangat senang kalau diberi tahu. Cara berpikir konstitusional dan dewasa harus menjadi concern kita," tandasnya.

(ask/up)