Rabu, 29 Mei 2019 17:40 WIB

Saran KPAI untuk Orang Tua Biar Anak Tak Ikut Termakan Hoax

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ingat prinsip saring sebelum sharing agar terhindar dari hoaks. (Foto ilustrasi: BBC) Ingat prinsip saring sebelum sharing agar terhindar dari hoaks. (Foto ilustrasi: BBC)
Jakarta - Pemilu yang panas memang telah berakhir, namun informasi seputar politik yang belum tentu benar bahkan bernada SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), ujaran kebencian, dan provokasi masih beredar di tengah masyarakat.

Dr Susanto, MA, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), saat ditemui di kantor KPAI , Gondangdia, Jakarta Pusat pun mengingatkan orang tua agar jangan sampai anak termakan hoaks.

"Menggunakan medsos dan gadget itu 3B. Pertama, pastikan benar. Jadi kalau membagikan chat atau bagi informasi pastikan itu sudah benar. Isi yang kita share ke teman-teman itu kadang kan kita belum tahu kebenarannya," jelas Susanto.


Selain itu, Susanto juga mengingatkan B kedua yakni 'baik'. Pastikan informasi yang kami bagikan berdampak baik bagi diri kamu sendiri, yang bersangkutan pada informasi tersebut, atau masyarakat luas yang menerima.

"Ketiga, kita pastika informasinya bermanfaat. Tidak semua informasi bermanfaat bahkan ada yang berbau SARA, kebencian, kebohongan, saya kira harus stop di kita," ujar Susanto.

Lagi, Susanto pun menegaskan orang tua harus mampu mencerahkan anak atas informasi yang belum ia pahami betul kebenarannya. Apalagi anak kerap masih belum matang dalam berpikir sehingga keputusan yang ia ambil kadang menjadi lebih berisiko jika tidak didampingi.

"Memang harus pastikan anak-anak kita selain diingatkan tapi juga dicerahkan, kalau menerima informasi hoaks orang tua bisa memberikan penjelasan 'itu hoaks, tidak tepat, jangan di share'. Sampaikan ke pihak berwajib. Polisi itu sangat senang kalau diberi tahu. Cara berpikir konstitusional dan dewasa harus menjadi concern kita,"

(ask/up)
News Feed