Minggu, 02 Jun 2019 03:10 WIB

Pasien dengan Kondisi Ini Butuh Respirator, Alat Bantu yang Dipakai Ani SBY

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6) setelah berjuang melawan kanker darah. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Ani Yudhoyono sempat menggunakan respirator akibat gagal napas yang dialaminya, sebelum akhirnya berpulang pada Sabtu (1/5/2019). Sebelumnya, Bu Ani terdiagnosa mengalami kanker darah dan sedang dalam tahap pengobatan di National University Hospital (NUH), Singapura.

Dokter ahli paru dr Mia Elhidsi, SpP dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Perhabatan menjelaskan, respirator digunakan untuk menyaring oksigen yang masuk ke tubuh pasien. Oksigen yang lebih bersih menekan risiko pasien terinfeksi berbagai patogen lain.

"Pasien yang menggunakan respirator biasanya masih bisa napas meski pendek-pendek. Respirator bisa digunakan pada pasien dengan gagal jantung berat asal masih ada respon. Misal bisa menjelaskan yang dirasakan meski tidak detail," kata dr Mia pada detikHealth.


Respirator juga menjadi opsi saat pasien dirasa tidak bisa menerima ventilator. Alat bantu ventilator juga biasa digunakan dalam penanganan gagal napas. Ventilator memasok oksigen dan mengeluarkan zat sisa pernapasan secara otomatis. Namun penggunaan ventilator biasanya melibatkan prosedur invasif, dengan membuat lubang dekat trakea pasien untuk memasukkan pipa atau selang.

"Meski sudah pakai ventilator, proses kesembuhan pasien tetap bergantung dari terapi dasar mengahdapi penyakit inti. Bila prognosis dirasa buruk, biasanya disediakan opsi selain ventilator untuk membantu pernapasan pasien. Dengan kondisi pasien kerap tidak diketahui sampai kapan harus pakai ventilator, dengan paru yang sudah tidak berfungsi," kata dr Mia.


Berikut beberapa kondisi pasien yang dipertimbangkan tidak pakai ventilator, sehingga diberi opsi lain salah satunya respirator.

1. Kondisi kritis

Kondisi ini merujuk pada, salah satunya stadium lanjut penyakit kanker. Dengan fungsi tubuh yang serba terbatas, pipa trakea pada ventilator dikhawatirkan menjadi sumber infeksi bagi pasien. Misal infeksi pneumonia yang berisiko buruk bagi kondisi penyintas kanker.

2. Mati batang otak

Brain death mengacu pada ketiadaan distribusi darah dan oksigen ke otak yang menyebabkan seluruh sistem tidak bekerja sempurna. Sistem otak termasuk batang otak, saraf, dan bian lain yang mengatur pernapasan dan denyut jantung. Mati batang otak mengindikasikan sekumpulan organ pada tubuh yang tidak bisa berfungsi tanpa bantuan mesin.

3. Menolak bantuan hidup

Penolakan life support biasanya diperkuat dengan surat pernyataan dari keluarga. Hal ini menjadi dasar tindakan yang diambil tim medis untuk membantu pasien. Tindakan selanjutnya diambil melalui diskusi dan dengan persetujuan antara keluarga pasien dan tim dokter. (up/up)