Minggu, 02 Jun 2019 11:15 WIB

Alasan Kenapa Ani Yudhoyono Tak Jalani Transplantasi Sumsum Tulang

Firdaus Anwar - detikHealth
Ani Yudhoyono berpulang setelah bergelut dengan kanker darah (Foto: Rifkianto Nugroho) Ani Yudhoyono berpulang setelah bergelut dengan kanker darah (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Istri presiden ke-6 Republik Indonesia, Ani Yudhoyono, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (1/6) setelah sebelumnya berjuang melawan penyakit kanker darah sejak Januari 2019. Untuk menghadapi kondisi tersebut Ani Yudhoyono sempat direncanakan menjalani transplantasi sumsum tulang.

Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon kala itu mengatakan adik kandung dari Ani Yudhoyono, Jenderal Pramono Edhie Wibowo, yang akan menjadi donor. Transplantasi sumsum tulang memang bisa dibutuhkan oleh pasien karena kanker darah bukan termasuk kanker padat dan tempat bermulanya berada di sumsum tulang di mana sel-sel darah sehat diproduksi.

"Jadi adik kandung beliau sendiri. Tapi belum dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan donor ya. Ini persiapan saja kalau memang benar akan terjadi transplan nantinya," ucap Jansen bulan Maret lalu dikutip dari detikcom.



Namun demikian hingga akhirnya Ani Yudhoyono meninggal dunia tampaknya prosedur transplantasi sumsum tulang belum sempat dilaksanakan. Dokter Kepresiden yang dikirim Presiden Jokowi untuk membantu perawatan Ani Yudhoyono, dr Terawan Agus Putranto, menjelaskan hal ini karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Dalam konferensi pers bersama di National University Hospital (NUH) Singapura dr Terawan menjelaskan kondisi Ani Yudhoyono sempat membaik pada Jumat (21/5). Namun secara tiba-tiba kondisi Ani Yudhoyono mengalami kemunduran diduga karena perjalanan penyakit kankernya.

"Belum. Perjalanan penyakit yang tidak memungkinkan beliau dilakukan proses pendonoran," jelas dr Terawan seperti dikutip dari CNN.

(fds/up)