Minggu, 02 Jun 2019 15:30 WIB

Kelamaan Main PUBG, Seorang Remaja Tewas karena Serangan Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi main game. (Foto: Dok. vivo) Ilustrasi main game. (Foto: Dok. vivo)
Jakarta - Main game sesekali selama beberapa menit tentu bukan masalah. Controller, keyboard, mouse, dan layar gadget kerap menjadi pelarian sementara saat merasa tertekan.

Namun kebiasaan main game jadi masalah bila sudah mengganggu kegiatan sehari-hari dan kecanduan. Pusing dan kurang tidur menjadi dampak yang paling ringan. Dampak terberat adalah terpaksa dirawat atau mengalami kematian.

Dikutip dari Harian Metro, seorang remaja laki-laki asal India meninggal akibat kelamaan main PlayerUnknown's Battleground (PUBG). Remaja bernama Furkhan Qureshi dari Madhya Pradesh, India tersebut mengalami henti jantung.



Qureshi diketahui telah bermain PUBG selama 6 jam berturut-turut menggunakan mobile phone. Qureshi dalam kondisi tidak sadar saat dibawa ke rumah sakit.

"Kami menerapkan metode Cardiac Pulmonary Resucitate (CPR) untuk menyelamatkannya, namun tidak berhasil. Denyut jantung pasien sudah tidak bisa dirasakan saat sampai rumah sakit," kata dokter jantung Dr Ashok Jain yang menangani Qureshi.

Menurut Dr Ashok, main game bisa menimbulkan perasaan senang yang luar biasa. Perasaan inilah yang berkontribusi pada proses henti jantung.



Insiden terkait game PUBG sebelumya terjadi di Hyderabad dikutip dari Times of India. Seorang remaja gantung diri setelah dimarahi ibunya akibat main game terlalu lama.

Menurut American Psychiatric Associaton, tanda dan gejala kecanduan game menyerupai gangguan kompulsif seperti pada kecanduan seks. Kecanduan game kini mulai mendapat perhatian dunia medis dan masyarakat umum karena kasusnya yang terus meningkat. (Rosmha Widiyani/up)
News Feed