Senin, 03 Jun 2019 19:00 WIB

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Penyempitan Pembuluh Darah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Polusi udara di India. (Foto: ABC Australia) Polusi udara di India. (Foto: ABC Australia)
Jakarta - Sebuah penemuan baru mengindikasikan bahwa menghirup udara yang terdiri dari polutan berbahaya, dapat menyebabkan aterosklerosis, suatu kondisi kardiovaskular. Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding pembuluh darah.

Seiring waktu, penumpukan plak di dalam dinding pembuluh darah akan mengentalkan arteri yang membatasi aliran darah, nutrisi, dan oksigen ke seluruh tubuh. Aterosklerosis dapat menyebabkan kejadian kardiovaskular yang lebih berbahaya, seperti penyakit jantung koroner atau penyakit arteri perifer, serta serangan jantung atau stroke.

Selain faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol dan merokok, peneliti menemukan faktor lain yang bisa meningkatkan risiko tersebut yakni paparan pada polusi udara.

Meng Wang, PhD, asisten profesor dari University at Buffalo School of Public Health New York, dan tim melakukan penelitian terhadap 6.619 orang dewasa, yang berusia 45-84 tahun yang tidak memiliki penyakit kardiovaskular atau kondisi lain pada awal penelitian.



Selanjutnya mereka mengikuti partisipan selama kurang lebih 6,5 tahun untuk melihat seberapa besar pengaruh paparan polusi udara terhadap kondisi kesehatan mereka.

"Kami menggunakan model statistik untuk melihat apakah ada hubungan yang signifikan antara paparan ozon dan aterosklerosis. Model ini menunjukkan ada hubungan antara paparan jangka panjang dan pengembangan penyakit tersebut," tutur Wang dikutip dari Medical News Today.

Secara khusus, penelitian ini menemukan hubungan antara paparan ozon kronis dan peningkatan laju terhadap perkembangan ketebalan dinding karotis dan pembentukan plak pada pembuluh darah serta cedera para arteri.

Meski demikian, peneliti mengakui masih terdapat hal yang harus diteliti lebih lanjut mengenai kemungkinan-kemungkinan lainnya. Sejauh ini, Wang mengatakan ini adalah penelitian pertama yang membagas mengenai hubungan antara paparan ozon dan penyakit jantung serta pembuluh darah.

(kna/up)