Senin, 03 Jun 2019 20:00 WIB

Punya Riwayat Tidur Ngorok? Ahli Sarankan Tidak Menyetir Saat Mudik

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi pengemudi ngantuk. (Foto: Auto2000) Ilustrasi pengemudi ngantuk. (Foto: Auto2000)
Jakarta - Praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RSPGT menuturkan ada golongan penyakit yang harus diwaspadai dan sama sekali nggak boleh berkendara. Sebab mau dalam konndisi apapun, dia pasti selalu merasa mengantuk meski telah tidur cukup.

"Yang paling umum adalah sleep apnea, atau ngorok. Jadi kalau ada orang datang ke saya dengan keluhan mendengkur, saya wajib nahan SIM karena berbahaya. Sekali lagi, mengendara dalam kondisi mengantuk lebih berbahaya daripada mabuk," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.



"Nah sekarang kalau orang ngorok, menderita sleep apnea, gejalanya ada dua yaitu ngorok dan hypersomnia atau ngantukan. Jadi kalau ada keluarga yang ngorok, jangan dipilih deh jadi yang nyetir," sambungnya.

dr Ade, sapaannya, mengatakan orang yang mengorok saat tidur memiliki kecenderungan sebagai pengendara yang buruk, meski mereka memaksa untuk menyetir dan berkelit tidak akan ngantuk.

"Dalam konteksnya ini, makanya harus dijaga. Nggak boleh berkendara. Amati anggota keluarga yang ngorok atau punya riwayat ngantukan usahakan dia tidak boleh berkendara," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed