Selasa, 04 Jun 2019 07:10 WIB

Bu Ani Berpulang, Komunitas Kanker Singgung Meningkatnya Beban Penyakit

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Anggota keluarga menaburkan bunga di pusara Ani Yudhoyono (Andhika/detikcom) Foto: Anggota keluarga menaburkan bunga di pusara Ani Yudhoyono (Andhika/detikcom)
Jakarta - Berpulangnya Hj Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono karena kanker darah menyisakan duka yang mendalam bagi banyak kalangan. Tak terkecuali bagi kelompok penyintas kanker CISC (Cancer Information and Support Center).

"Hampir setiap hari kami kehilangan anggota khususnya di 2 bulan terakhir ini termasuk 2 tokoh pimpinan di CISC," kata Ketua CISC, Aryanthi Baramuli Putri kepada detikHealth.

Menurut Aryanthi, kanker yang dialami Ani Yudhoyono maupun figur publik lainnya sebenarnya baru yang tampak di permukaan. Karenanya, ia tertantang untuk makin giat melakukan edukasi dan pendampingan bagi pasien kanker, serta memberikan advokasi.

"Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 70 persen pasien yang didiagnosa kanker di Indonesia meninggal atau bangkrut secara finansial hanya dalam satu tahun setelah terdiagnosa," kata Aryanthi.


Data tersebut, menurut Aryanthi merupakan alarm peringatan bahwa beban penyakit kanker semakin berat. Ia menyebut, organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan beban penyakit kanker akan meningkat 60 persen pada 2030.

"Kasus kanker akan mencapai hampir 500.000. Kanker payudara yang tadinya ada di peringkat 49 beban penyakit, sekarang naik ke 27," sebutnya.

Ia mengimbau siapapun untuk menjalankan pola hidup sehat sebagaimana dianjurkan oleh pemerintah, serta rutin melakukan skrining atau penapisan berkala. Demikian pula dalam menyikapi beragam informasi tentang kanker di media sosial, Aryanthi menyarankan untuk bijak memilahnya.

"Harapan kami pemerintah dapat menjamin akses pengobatan kanker yang sesuai standar medis para ahli kanker di JKN sehingga pengobatan bisa paripurna, hasilnya pun optimal," tutup Aryanthi.

(up/fds)