Selasa, 04 Jun 2019 15:12 WIB

Kapan Sebaiknya Kita Batalkan Puasa di Tengah Perjalanan Mudik?

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi muntah saat mudik. Foto: thinkstock Ilustrasi muntah saat mudik. Foto: thinkstock
Jakarta - Menjelang lebaran, mulai ramai orang-orang pergi mudik meninggalkan kota besar. Beberapa di antaranya mungkin ada yang memilih untuk tetap menjalankan ibadah puasa meski sebetulnya tidak diwajibkan.

Puasa sambil melakukan perjalanan mudik dikatakan oleh Menteri Kesehatan RI Nila Moeleok bisa saja dilakukan namun dengan beberapa catatan tertentu. Seorang pemudik harus memastikan bahwa tubuhnya benar-benar dalam kondisi prima mendapat asupan memadai tidak kekurangan stamina atau dehidrasi yang berisiko mengganggu kesehatan tubuh.


"Saat sahur, pastikan telah mengosumsi cukup asupan kebutuhan tubuh bila ingin lanjut puasa saat mudik. Jangan lupa juga cukup minum air putih. Untuk makanan harus diperhatikan ya dan pastikan cukup air saat sahur sudah habis," kata menkes Nila beberapa waktu lalu.

Nah menurut ahli ada beberapa tanda yang bisa jadi petunjuk bahwa kamu sebaiknya tidak lanjut puasa saat mudik. Dikutip detikHealth dari berbagai sumber berikut contohnya:

1. Sakit kepala

Kemunculan sakit kepala tiba-tiba bisa jadi tanda pertama kalau tubuh kekurangan cairan. Dikutip dari Medical News Today hal ini terjadi karena otak bisa untuk sementara menyusut di dalam tengkorak sebagai mekanisme alami karena dehidrasi.

Sakit kepala akibat dehidrasi bisa terasa seperti nyeri ringan hingga intens seperti migrain.



2. Lemas

Lemas dalam hal ini biasanya disebabkan karena dua hal yaitu kekurangan cairan tubuh atau gula darah rendah (hipoglikemia).

3. Keringat berlebih

Keringat berlebih juga jadi salah satu tanda bahaya untuk hipoglikemia selain lemas. Ahli penyakit dalam Prof Dr dr Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FINA, mengatakan bila sudah mengalami beberapa gejala di atas maka sebaiknya segera batalkan puasa karena risikonya bisa hingga menyebabkan kerusakan sel otak.

"Segera batalkan. Jangan mikir duh nanggung (waktunya)," kata Prof Sidar beberapa waktu lalu.

4. Mual dan muntah

Khusus bagi ibu hamil yang mudik sambil berpuasa namun mual-mual hingga muntah di tengah perjalanan maka menurut spesialis kandungan dr Frizar Irmansyah, SpOG, sebaiknya batalkan saja puasanya. Hal ini terutama berlaku bagi para ibu yang masih menjalani trimester pertama kehamilan di mana rentan terjadi morning sickness.

"Dalam kondisi ini ibu hamil sebaiknya cepat berbuka puasa," kata Frizar. (fds/up)
News Feed