Selasa, 04 Jun 2019 18:26 WIB

Mengapa Ada Orang yang Bertindak Ekstrem?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Kejadian ledakan di Pospol Kartasura.  Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom Kejadian ledakan di Pospol Kartasura. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Jakarta - Ledakan di dekat Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah telah dipastikan polisi sebagai upaya bom bunuh diri. Rofik Asharuddin sang pelaku disebut terpapar paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Dari hasil pemeriksaan pelaku ini adalah suicide bomber. Yang bersangkutan secara individu terpapar paham ISIS, sedang didalami," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, seperti ditulis detikNews.

Penelitian mengenai tindakan ekstrem sebenarnya telah banyak dilakukan. Nah, dari penelitian yang ada menunjukkan bahwa radikalisasi didorong dan ditopang oleh banyak penyebab. Ini termasuk keluhan yang umum, seperti ketimpangan, ketidakadilan, diskriminasi, ideologi yang mendorong orang ke arah radikal, dan faktor-faktor yang mendorong mereka ke arah ekstremisme.


Akan tetapi kembali lagi, setiap orang memiliki situasi sosial dan psikologi berbeda, sehingga sulit untuk mengubah hal ini menjadi prediksi tentang perilaku mereka atau apakah mereka benar-benar akan menjadi pelaku tindakan ekstrem atau tidak.

Ada tujuh kebutuhan manusia yang mesti terpenuhi. Hal ini bisa mengarah pada tindakan ekstrem bila 'ditunjang' dengan situasi tidak beruntung seperti di atas. Kebutuhan itu antara lain kekuatan, prestasi, kepentingan, tujuan, moralitas, afiliasi, dan kegembiraan.

Lantas bagaimana cara orang bisa terbawa tindakan ekstrem? Ekstremis menggunakan banyak alasan berbeda untuk meyakinkan orang agar bergabung dengan mereka. Paling sering, mereka ingin kamu merasa marah atau kesal tentang masalah tertentu di dunia dan percaya bahwa menyakiti orang lain atau menghancurkan kelompok tertentu atau pemerintah adalah satu-satunya solusi.

Dikutip dari website Federal Bureau of Investigation, terkadang kalimat yang sering digunakan semisal kematian dan kehancuran sebagai satu-satunya cara mendapatkan keadilan dan kejayaan. Atau, jika kamu mati karena hal ini, kamu akan dikagumi oleh keluarga dan dihargai di kehidupan selanjutnya.

Karena itu, penting adanya dialog dengan orang terkasih di sekitarmu agar merasa mereka tidak sendiri. Ingat, tanamkan cinta kasih dan dukungan bahwa mereka bisa berkarya, mereka berharga, dan mereka layak untuk mendapatkan cinta serta penghargaan.

(ask/up)
News Feed