Kamis, 06 Jun 2019 09:03 WIB

Saran Menkes Agar Badan Tak 'Lebar-an' Sehabis Lebaran

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes berikan tips supaya tidak lebar-an saat lebaran. Foto: Istock Menkes berikan tips supaya tidak lebar-an saat lebaran. Foto: Istock
Jakarta - Banyak yang menjadikan lebaran sebagai ajang 'balas dendam' karena telah berpuasa selama 30 hari. Karenanya, semua makanan yang dihidangkan di meja makan diambil yang malah membuat badan ikut 'lebar-an' saat lebaran.

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek bertutur jangan sampai lebaran mengacaukan ritme tubuh yang sebelumnya sehat menjadi kacau kembali karena kalap makan.

"Saat puasa kita juga makan kita diatur dalam arti porsinya tidak banyak. Yang kita takutkan memang pas lebaran. semua yang enak-enak dikeluarkan," kata Menkes saat dijumpai detikHealth di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.



"Kelemahan kita, makin enak kue makin kita simpan. Jadi tamunya dikasih yang nomor 2 dulu nanti satu toples kamu makan semua. Hati-hati di situ," sambungnya.

Karenanya, Menkes mengingatkan untuk tetap menjaga pola makan dengan gizi seimbang. Makan makanan yang cukup dan tidak berlebihan. Bukan berarti makan opor ayam nggak boleh lho. Sah-sah saja asal tidak kebanyakan.

"Saya makan opor tapi tidak kebanyakan. Ya paling icip-icip sedikit," tambahnya.

Juga, setelah nikmatnya menyantap makanan ketika lebaran, jangan lupa ada puasa sunnah Syawal yang dilakukan selama 6 hari yang sangat baik dilakukan untuk menahan diri.

"Kalau yang muslim ingat ada puasa syawal 6 hari. Puasa itu bagus ya. Saya selalu menganggap puasa itu bagus," pungkasnya.

(kna/up)