Menurut pelatihnya Pierre Paganini, Federer selalu menjaga kesehatan, sikap, dan tekniknya selama menjadi atlet tenis. Federer tak ragu kerja keras latihan dan diet demi menjaga performanya.
"Federer memang punya bakat tapi dia selalu menjaga pola makan dan selalu latihan. Melihat Federer mungkin seperti menyaksikan balet, kita sering lupa kerja keras yang dilakukan demi performa terbaik," kata Paganini dikutip dari Business Insider Singapore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petenis asal Swiss ini makan teratur namun memilih tiap asupan dengan tepat. Federer juga makan tiap 2-3 jam yang memastikan dia tak pernah kekurangan nutrisi, tidak lapar, dan makan tepat waktu.
Sebagai atlet tenis, Federer perlu karbohidrat supaya bisa bermain dan berlatih dengan baik. Federer memilih sumber karbohidrat komplek dibanding yang sederhana misal nasi merah. Untuk makan malam dia memilih asupan kaya protein daripada yang banyak karbohidrat.
Federer yang suka pasta kerap mengonsumsinya 2 jam sebelum pertandingan yang dipadu saus bertekstur ringan. Sementara untuk sarapan, dia memilih wafel dengan topping aneka buah segar.











































