Minggu, 09 Jun 2019 18:52 WIB

4 Komplikasi Diabetes Seperti yang Diidap Mendiang Ayah Dewi Perssik

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Dewi Perssik dan sang Ayah kala dirawat di RS. Foto: Instagram @dewiperssikreal Dewi Perssik dan sang Ayah kala dirawat di RS. Foto: Instagram @dewiperssikreal
Jakarta - Kabar duka datang dari keluarga Dewi Perssik. Sang ayah, Mochammad Aidil mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (9/6/2019). Sebelumnya ia diketahui menjalani perawatan intensif di RS Siloam Jakarta Selatan karena mengidap kencing manis, ginjal dan paru-paru beberapa waktu lalu.

Menurut Dewi Perssik, sang ayah memang sudah tak sadarkan diri sejak beberapa hari terakhir. Ia bahkan meminta doa untuk sang ayah.

"Sayang... beberapa hari ini bobo terus...jangan bobo terus pie...buka matanya pie... ini ning dewi selalu bersama papine....mas fatur datang... mas bin datang...bangun pie," tulis Dewi Perssik di keterangan foto di Instagram.


Kencing manis atau diabetes tipe 1 dan 2 bisa menimbulkan komplikasi apabila tidak segera ditangani. Menurut situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), komplikasi diabetes terbagi menjadi dua yakni mikrovaskular (kerusakan pada pembuluh darah kecil) dan makrovaskular (kerusakan pada pembuluh darah besar).

Berbagai penyakit komplikasi yang bisa timbul akibat diabetes antara lain:

1. Diabetic retinopathy (penyakit mata)
Diabetic retinopathy termasuk dalam kategori komplikasi mikrovaskular yang bisa menyebabkan kebutaan dan disabilitas penglihatan. Retinopati disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah kecil di lapisan belakang mata, retina, sehingga menyebabkan kehilangan pandangan secara progresif hingga kebutaan.

Umumnya pasien yang mengalami komplikasi ini mengeluh pandangan yang semakin buram. Diagnosis yang lebih awal dibarengi dengan kendali metabolis yang baik serta penanganan yang cepat bisa mencegah atau memperlambat kebutaan.

2. Nephropathy (penyakit ginjal)
Nephropathy merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular yang disebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di ginjal. Yang kemudian berlanjut menjadi gagal ginjal bahkan kematian. Komplikasi ini umum terjadi di negara berkembang, penyebab utama dari prosedur cuci darah dan tranplantasi ginjal.

Gejala awal biasanya tidak ada, namun seiring waktu, pasien akan merasa kelelahan, anemia, sulit berpikir bahkan mengidap ketidakseimbangan elektrolit. Diagnosis awal dengan tes urine dan juga tes darah bisa membantu karena bisa mencegah gagal ginjal.


3. Neuropathy (penyakit saraf)
Diabetes bisa menyebabkan kerusakan pada saraf melalui mekanisme berbeda, termasuk kerusakan langsung akibat hiperglikemik dan kurangnya aliran darah ke saraf dengan merusak pembuluh darah kecil. Kerusakan saraf ini dapat menjadi hilangnya sensori, kerusakan tangan dan kaki, dan impotensi pada pria pengidap diabetes.

Neuropati menjadi salah satu komplikasi paling umum terjadi. Bahkan, neuropati bisa berujung amputasi karena infeksi kaki yang parah.

4. Penyakit kardiovaskular
Hiperglikemia atau kelebihan gula dalam darah merusak pembuluh darah melalui proses yang disebut atherosclerosis atau penyumbatan arteri. Penyempitan atau penyumbatan arteri ini bisa mengurangi aliran darah ke otot jantung (menyebabkan serangan jantung) atau ke otak (menyebabkan stroke) atau ke tangan dan kaki (menimbulkan nyeri dan pengurangan kemampuan menyembuhkan infeksi).

Gejalanya beragam, mulai dari nyeri dada hingga nyeri kaki, linglung sampai lumpuh. Meski diagnosis awal bisa melembatkan perkembangan penyakit ini, menanggulangi faktor risiko lain seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan obesitas lebih penting.

(frp/kna)