Selasa, 11 Jun 2019 14:44 WIB

Manfaat Kesehatan dari Puasa Syawal yang Dilakukan Selama 6 Hari

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi puasa. (Foto: iStock) Ilustrasi puasa. (Foto: iStock)
Jakarta - Setelah berpuasa selama 30 hari, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan rutinitas berpuasa pada bulan Syawal selama 6 hari setelah lebaran.

Meskipun puasa Syawal bersifat sunnah atau tidak wajib dilakukan, ada beberapa alasan kesehatan yang menjadikan puasa Syawal menjadi sangat baik untuk dijalankan.

Saat selesai Ramadhan, pola makan kembali normal. Pada fase ini perut rentan mengalami gangguan pencernaan atau kaget. Agar perut tidak mengalami shock atau kekagetan, maka sistem pencernaan membutuhkan masa transisi yang biasanya memakan waktu antara 3 hari hingga 1 minggu.



"Sampai hari ketiga setelah lebaran, sebaiknya pilih makanan yang lembut-lembut. Tubuh perlu adaptasi di masa peralihan," kata Prof Dr Hardinsyah, ahli gizi dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) saat dihubungi detikHealth, beberapa waktu lalu.

Selain itu, menurut Prof Hardinsyah, akan lebih baik jika umat Islam menjalankan puasa sunah selama 6 hari setelah lebaran hari pertama. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mencegah perut mengalami gangguan pencernaan.

"Masa transisi memang sebaiknya satu minggu. Karena itu puasa syawal selama 6 hari itu sangat bermanfaat untuk mengendalikan masa transisi. Pahala itu sudah Yang di Atas yang menghitung, tapi memang ada hikmah dari balik itu semua kalau dilihat dari sisi kesehatan," pesan Prof Hardinsyah.



Simak Juga "Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh":

[Gambas:Video 20detik]

(kna/fds)
News Feed