Selasa, 11 Jun 2019 15:32 WIB

5 Alasan Mengapa Perut Pria Mudah Buncit dan Terasa Keras

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Apa yang menyebabkan pria mengalami perut buncit? (Foto: iStock) Apa yang menyebabkan pria mengalami perut buncit? (Foto: iStock)
Jakarta - Perut yang buncit mungkin bukan masalah bagi para pria. Namun jika kamu menyentuhnya dan terasa keras, bisa jadi tanda kamu sedang berisiko terkena penyakit serius.

"Punya perut yang keras seperti memiliki bom waktu di tubuhmu. Karena meningkatkan risikomu terkena penyakit jantung dan diabetes, lebih buruk daripada merokok atau memiliki kolesterol tinggi," kata Jean-Pierre Despres, PhD, profesor nutrisi manusia di Laval University Quebec City, dikutip dari Men's Health.

Ada beberapa alasan mengapa perut buncit pria bisa menjadi sangat keras. Dirangkum oleh detikHealth, berikut adalah 5 alasan perut buncit yang keras dan bagaimana cara mengatasinya.


1. Ada tumpukan lemak keras
Perut yang buncit adalah hasil penumpukan lemak visceral yang terletak di area antara organ di celah abdomen. Lemak visceral yang bertumpuk tidak menyisakan ruang, dan ketika terakumulasi maka lemak ini akan mendorong dinding abdomen keluar.

Yang menimbulkan kesan keras bukanlah lemaknya, namun jaringan abdomen. Hal ini berbeda dengan mereka yang memiliki perut buncit namun tidak keras, karena lemaknya terletak di bawah kulit atau subkutan.

2. Karena riwayat keluarga
Tumpukan lemak visceral di bagian perut bawah atau abdomenmu bisa jadi karena penyebab genetik atau riwayat keluarga. Faktanya, sebuah studi tahun 2014 mengidentifikasi tiga gen yang terkait dengan rasio waist-to-hip (pinggang ke pinggul, WHR) yang menetapkan seberapa banyak lemak visceral yang dimiliki seseorang.

3. Pria memang berisiko
Wanita memang nampaknya mudah gemuk, namun sebenarnya pria lebih rentan memiliki perut yang buncit dan keras. Dan hal itu tak menjauhkan mereka dari timbulnya masalah kesehatan yang diakibatkan oleh lemak perut yang berlebih, sama seperti wanita.


4. Jarang beraktivitas fisik
Pola makan dan gaya hidup sangat berperan, apalagi jika kamu memiliki gaya hidup sedenter alias jarang beraktivitas fisik. Pekerjaan yang mengharuskanmu duduk berjam-jam di kantor berisiko meningkatkan lemak visceral, terlebih lagi jika kamu kerap mengonsumsi makanan tinggi lemak.

Lemak visceral dan lemak subkutan disebabkan oleh kurang berolahraga dan pola makan yang tinggi lemak, seperti makanan olahan dan cepat saji. Oleh karena itu, rutin berolahraga dan perbanyak aktivitas fisik bisa membantu mencegah risiko penyakit menyerang.

5. Jarang makan sehat
Pada tahun 2010, peneliti menemukan bukti bahwa peningkatan asupan dari biji-bijian olahan dapat meningkatkan lemak perut yang kita miliki pula. Kebalikannya, meningkatkan asupan biji-bijian utuh tidak.

Maka dapat disimpulkan dengan mengurangi asupan makanan olahan dan tinggi lemak, tinggi gula dapat menyehatkan tubuh dan menghindarkanmu dari perut buncit yang keras. Lemak perut visceral yang tinggi tak hanya terdapat pada orang yang kegemukan, bahkan bisa ditemukan pada orang yang memiliki berat badan ideal.



Menguak Fakta Perut Buncit, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(frp/fds)
News Feed