Rabu, 12 Jun 2019 13:29 WIB

Ramai Papan Aturan RS Syariah, Begini Penjelasan Perhimpunan RS Indonesia

Firdaus Anwar - detikHealth
Netizen bereaksi terhadap papan pengumuman Rumah Sakit Syariah ini. (Foto: Tangkapan layar Facebook) Netizen bereaksi terhadap papan pengumuman Rumah Sakit Syariah ini. (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta - Sebuah foto yang menunjukkan papan pengumuman aturan menunggu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang viral di media sosial. Dalam papan tertulis bahwa sebaiknya penunggu pasien berjenis kelamin sejenis, pria dengan pria sementara wanita dengan wanita, kecuali keluarga atau mahramnya.

Hal ini memicu perdebatan di antara netizen. Mereka yang mengkritik merasa papan pengumuman tersebut diskriminatif sementara yang lain mendukung karena menganggap rumah sakit (RS) jadi lebih menjamin pelayanan sesuai syariah untuk pasien muslim.

Menanggapi hal ini Humas Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Anjari Umarjiyanto menjelaskan kalau Rumah Sakit Syariah sebetulnya tidak berbeda dalam hal pelayanan dengan RS lain. Semua pasien akan difasilitasi dan dihormati hak-haknya.


"Yang spesial adalah pada penerapan prinsip syariah. Sebagai contoh lainnya diantaranya; penjadwalan operasi selektif tidak berbenturan dengan waktu sholat, bimbingan doa kepada pasien, membimbing tayamum sebelum sholat, bimbingan pasien dalam kondisi sakaratul maut dan pemulasaraan jenazah," kata Anjari pada detikHealth, Rabu (12/6/2019).

"Namun perlu diketahui, rumah sakit bersertifikat syariah juga menghormati dan memfasilitasi hak pasien dan keluarga yang mempunyai keyakinan berbeda (nonmuslim)," lanjutnya.

Sebelum mendapatkan sertifikasi syariah, sebuah rumah sakit terlebih dahulu harus lulus akreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Artinya RS Syariah menurut Anjari akan bisa tetap memenuhi standar mutu layanan dan keselamatan pasien.

"Standar pelayanan rumah sakit sama seperti rumah sakit lain yang terakreditasi KARS," pungkas Anjari.

(fds/ask)