Kamis, 13 Jun 2019 16:48 WIB

Ini Cara Membedakan Sesak Napas Tanda Serangan Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi serangan jantung dan sesak napas. Foto: DW (News) Ilustrasi serangan jantung dan sesak napas. Foto: DW (News)
Jakarta - Sebelum meninggal, aktor Robby Sugara sempat mengalami sesak napas hingga akhirnya berpulang. Dalam memori wartawan senior Ilham Bintang, almarhum masih dalam kondisi sehat dan bugar saat bertemu pada Desember 2018.

"Menurut Lydia Kandou sorenya masih aktivitas seperti biasa. Makannya langsung dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dalam perjalanan," tutur Ilham dikutip dari detikcom, Kamis (13/6/2019).


Sesak napas memang umum terjadi pada kasus serangan dan gagal jantung, namun kondisi serupa juga bisa ditemukan pada gangguan lain. Meski tidak mudah, kondisi tersebut bisa dibedakan dan menentukan jenis pertolongan yang diberikan.

"Sesak napas karena gangguan jantung terjadi tanpa pencetus, beda dengan yang diakibatkan asma atau alergi. Pencetus ini bisa debu, udara dingin, atau asap rokok. Sedangkan sesak napas karena infeksi biasanya disertai demam dan batuk-batuk," kata dokter ahli jantung dan pembuluh darah dr Vito Damay, SpJP(K), pada detikHealth.

Selain itu, sesak napas karena gangguan jantung terjadi mendadak disertai keringat dingin dengan atau tanpa keluhan sakit dada sebelumnya. Menurut dr Vito, sesak napas pada lanjut usia (lansia) atau yang berumur lebih dari 60 tahun dapat menjadi tanda utama serangan jantung. Pasien sebelumnya tidak punya keluhan nyeri dada, terlihat sehat, dan beraktivitas seperti biasa.

Dengan sifat serangan jantung yang sangat cepat, dr Vito mengingatkan lansia atau siapa saja yang kerap mengalami keluhan nyeri dada segera memeriksakan diri ke dokter. Selanjutnya dokter akan melakukan wawancara, mengambil foto dada dengan sinar X, dan melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk menentukan penyebab sesak napas.

Kondisi pembuluh darah yang sudah diketahui sebelumnya lewat deteksi dini bisa mencegah terjadinya serangan jantung. Karena itu, dr Vito menyarankan medical check up dan pemeriksaan rutin lain jangan hanya dilakukan ketika ada keluhan sesak napas.

(fds/fds)
News Feed