Kamis, 13 Jun 2019 18:37 WIB

Tiga Langkah Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi serangan jantung. Foto: iStock Ilustrasi serangan jantung. Foto: iStock
Jakarta - Pertolongan pertama menentukan peluang pasien bisa bertahan hidup dari serangan jantung. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito Damay, SpJP(K), serangan jantung terjadi sangat cepat sehingga pertolongan harus diberikan sesegera mungkin.

"Selanjutnya pasien harus dibawa ke rumah sakit. Hasil diagnosa dokter di rumah sakit menentukan langkah pengobatan pasien selanjutnya," kata dr Vito pada detikHealth.


Sebelum dibawa ke rumah sakit, berikut pertolongan yang bisa diberikan pada pasien serangan jantung.

1. Longgarkan pakaian

Dengan pakaian yang lebih longgar, pasien serangan jantung diharapkan bisa bernapas dengan baik. Pasien yang terkena serangan jantung kadang menjadi tontonan warga yang kebetulan berada di tempat yang sama. Terkait hal ini, dr Vito mengingatkan tidak mengerubuti pasien untuk sekadar melihat dari dekat. Hal ini bisa mengganggu proses evakuasi pasien.

2. Beri obat sesuai resep

Hal ini berlaku untuk pasien yang punya riwayat atau sudah diketahui berisiko mengalami serangan jantung. Pasien biasanya membawa obat yang harus dikonsumsi sesuai resep dokter. Salah satunya adalah obat nitrogliserin yang diberikan di bawah lidah. Saat pasien kehilangan kesadaran, hindari memberi obat melalui mulut kecuali nitrogliserin.

3. Segera ke rumah sakit

Daripada nonton pasien kena serangan jantung, lebih baik segera hubungi Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit terdekat. Pasien harus dibawa secepatnya untuk sehingga bisa segera menerima pengobatan sesuai kebutuhan.

(fds/fds)