Jumat, 14 Jun 2019 07:35 WIB

Mengapa Berkeringat Saat Sakit Terasa Lebih Enak?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Berkeringat saat sakit. (Foto: shutterstock) Berkeringat saat sakit. (Foto: shutterstock)
Jakarta - Saat kita sedang merasa sakit, tak jarang kita mendengar saran untuk berkeringat supaya badan terasa lebih enak. Entah itu dengan meminum minuman hangat atau memakan makanan hangat, atau bergerak dan olahraga ringan jika mampu.

Terdengar tidak masuk akal, namun menurut Leeja Carter, PhD, asisten profesor psikologi olahraga dan latihan di Long Island University di Brooklyn, hal itu memang terjadi karena pelepasan hormon endorfin saat berkeringat.

Hormon endorfin dapat memberi rasa menyenangkan dan meningkatkan mood, memberikan efek positif yang bisa membuatmu merasa lebih baik.



Walau begitu bukan berarti 'sakit' yang kita rasakan itu bisa keluar melalui keringat, lanjut Michele Olson, PhD, CSCS, seorang profesor klinis senior ilmu olahraga di Huntingdon College di Alabama. Hal ini disebabkan keringat memberikan satu fungsi dasar, apa itu?

"Saat keringat menguap dari kulit, tubuh mendingin. Ini adalah cara penting untuk menurunkan suhu tubuh," katanya.

Oleh karena itu keringat yang menyebabkan berkurangnya hawa panas ini bisa mencegah demam semakin tinggi. Jika sakitmu berada di atas leher (hidung tersumbat, bersin, radang tenggorokan dan tidak demam), maka bisa beraktivitas dengan berolahraga ringan.

Olson menyarankan, jika kamu memiliki rutinitas olahraga sebelum sakit, kamu bisa melakukannya namun dengan intensitas yang lebih sedikit dari biasanya. Misalnya jika kamu terbiasa lari jauh atau long run, maka kamu bisa menggantinya dengan jalan cepat, yoga atau Pilates.

(frp/kna)