Jumat, 14 Jun 2019 08:33 WIB

Beragam Warna Darah Haid dan Kaitannya dengan Kesehatan Serta Kesuburan (1)

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Darah haid bukan sesuatu yang sering dibicarakan. (Foto: Istock) Darah haid bukan sesuatu yang sering dibicarakan. (Foto: Istock)
Jakarta - Membicarakan tentang jadwal menstruasi dengan teman dekat mungkin sering dilakukan para wanita. Tapi bagaimana dengan mendiskusikan mengenai warna darah haidmu?

Darah haid bukan sesuatu yang sering dibicarakan tetapi hal tersebut bisa menjadi topik yang sangat penting untuk memberikan pengetahuan mengenai kesehatan tubuhmu.

Selama menstruasi, tubuh mengeluarkan jaringan dan darah dari rahim melalui vagina. Warna darah yang keluar bisa bervariasi dari merah terang ke cokelat tua.

Perubahan hormon dan kondisi kesehatan juga dapat mempengaruhi warna dan tekstur darah haid. Darah dapat berubah warna dan tekstur dari bulan ke bulan atau bahkan selama satu periode tunggal.



Warna darah dapat bervariasi dari merah terang ke coklat gelap sesuai dengan perubahan aliran. Infeksi, kehamilan, dan, dalam kasus yang jarang terjadi, kanker serviks, dapat menyebabkan warna darah yang tidak biasa atau perdarahan tidak teratur.

Berikut beragam warna darah haid dan maknanya dikutip dari Healthline:

1. Agak kehitaman

Warna darah haid yang agak kehitaman dapat muncul di awal atau akhir menstruasi. Warna ini biasanya merupakan tanda darah tua atau darah yang telah lama berada di rahim dan memiliki waktu yang lebih lama dalam beroksidasi.

Darah hitam juga terkadang bisa menunjukkan penyumbatan di dalam vagina jika dibarengi dengan gejala sebagai berikut:
- Berbau tidak sedap
- Demam
- Kesulitan buang air kecil
- Rasa gatal atau bengkak di sekitar vagina

2. Kecoklatan atau merah tua

Seperti darah hitam, darah haid yang berwarna kecoklatan atau merah tua juga menjadi tanda darah sisa yang muncul di awal atau akhir menstruasi.

Darah menstruasi berwarna coklat atau merah tua menunjukkan cara tubuh membersihkan rahim dan vagina untuk mempersiapkannya pada siklus menstruasi berikutnya.



Alasan lain yakni bisa jadi karena lochia atau pendarahan setelah melahirkan bayi, bercak selama kehamilan, atau mengalami keguguran yang tidak terdeteksi.

3. Merah terang

Darah haid berwarna merah terang menunjukkan siklus menstruasi yang stabil. Satu periode dapat dimulai dengan pendarahan berwarna merah cerah dan menggelap pada akhir periode. Pada beberapa orangmungkin menemukan warna darah haid mereka tetap merah terang selama periode menstruasi.

Namun ketika mendapatkan bercak merah diluar siklus menstruasi bisa jadi merupakan tanda infeksi menular seksual. Pertumbuhan dalam lapisan rahim, yang disebut polip atau fibroid juga dapat menyebabkan perdarahan yang luar biasa berat.

Meski sangat jarang, darah yang berwarna merah terang selain pada siklus haid bisa menjadi gejala kanker serviks jika dibarengi dengan gejala:
- Menstruasi lebih lama dari biasanya
- Pendarahan setelah berhubungan seks
- Keputihan berbau busuk
- Sakit di punggung bagian bawah, panggul, atau kaki
- Kehilangan selera makan
- Penurunan berat badan drastis

(kna/wdw)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya