Senin, 17 Jun 2019 14:25 WIB

Berbagai Penyebab Kecelakaan Fatal di Jalan, Hilang Fokus hingga Microsleep

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Foto: Kecelakaan beruntun di Tol Cipali tewaskan 12 orang (Dok. Istimewa) Foto: Kecelakaan beruntun di Tol Cipali tewaskan 12 orang (Dok. Istimewa)
Jakarta - Kecelakaan fatal di Cipali, Majalengka, Jawa Barat yang dialami Bus Safari Lux mengakibatkan 12 korban meninggal dunia. Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi menyebutkan kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, dikutip dari detikNews.

Kecelakaan adalah hal yang tidak terduga, namun ada hal-hal tertentu yang bisa meningkatkan risiko kecelakaan menjadi lebih tinggi. Dirangkum detikHealth, berikut ini beberapa di antaranya.


1. Microsleep

Microsleep adalah kondisi di mana orang tertidur dalam waktu sekejap tanpa sadar. Durasinya pun cuma sepersekian detik tapi berbahaya. Menurut dr Andreas Prasadja, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, keadaan seseorang ketika mengalami microsleep itu sebagian otaknya sudah tertidur.

"Microsleep itu ya ketiduran, terkantuk-kantuk. Hampir sama dengan sleep walking tetapi sleep walking terjadi saat kita tidur, jika microsleep terjadi saat kita terjaga kemudian tidur sesaat atau ketiduran," ujar dokter yang akrab disapa dr Ade ini beberapa waktu lalu.

Ade juga mencontohkan jika sudah microsleep biasanya orang tidak sadar saat berkendara tiba-tiba sudah sampai disini, atau bahkan sudah kecelakaan.

"Kalau sudah microsleep sudah terlambat, maka yang perlu ditekankan yaitu mengantuknya saja sudah berbahaya," tambahnya.


2. Hilang fokus

Ada banyak larangan untuk tidak berkendara sembari main hp atau mendengarkan earphone. Sudah banyak kasus yang mengarah pada bahayanya hilang fokus ketika berkendara. Ketika berkendara, fokus pengemudi harus pada jalan.

3. Mabuk

Dikutip dari ILFScience, Stephen Braun, penulis dari 'Buzz: The Science and Lore of Alcohol and Caffeine' menjelaskan efek yang terjadi pada otak saat sedang 'teler'.

"Dalam setengah jam pertama minum, kamu akan mengalami efek stimulasi dan euforia. Alkohol mengurangi 'kekangan' dan akan melepaskan sedikit dopamin sehingga kamu akan merasa baik," jelas Braun.

Namun efek ini bisa berubah menjadi kebalikannya. Lama kelamaan, penglihatan pun mulai terganggu. Alkohol pun mulai mempengaruhi bagian lain dari otak, menyebabkan efek depresi.

Alkohol diketahui meningkatkan penghambatan inhibitor Asam Gamma-Aminobutyric (GABA) di otak. GABA adalah neurotransmitter yang memengaruhi respons. Hal ini menyebabkan seseorang jadi sempoyongan dan bicara melantur.

4. Di bawah pengaruh obat

Ada beberapa obat-obatan yang menimbulkan efek yang bisa membuat berkendara menjadi tidak dianjurkan. Obat yang menimbulkan rasa kantuk misalnya adalah salah satu yang membuat orang yang mengonsumsinya sebaiknya tidak berkendara dulu.

Selain itu, sudah terbukti ada banyak kejadian kecelakaan yang dipengaruhi oleh efek penyalahgunaan obat-obatan tertentu. Duh, jangan coba-coba deh pakai narkoba. Enaknya cuma di awal, terakhirnya bisa hancur masa depanmu.



Simak Juga 'Tips Hilangkan Stres Berkendara Saat Macet':

[Gambas:Video 20detik]

(ask/up)
News Feed