Senin, 17 Jun 2019 16:06 WIB

Studi: Mendengarkan Musik Mampu Ringankan Rasa Sakit pada Pasien Kanker

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Riset membuktikan musik bisa meredakan sakit pada pasien kanker (Foto: iStock) Riset membuktikan musik bisa meredakan sakit pada pasien kanker (Foto: iStock)
Jakarta - Sebuah studi di Taiwan menunjukkan mendengarkan musik di rumah dapat mengurangi rasa sakit dan kelelahan pada pasien kanker. Di samping itu, mendengarkan musik juga bisa mengurangi gejala lainnya seperti kehilangan nafsu makan dan kesulitan berkonsentrasi.

Dalam studi tersebut, pasien kanker payudara diberi tugas mendengarkan musik selama 30 menit lima kali seminggu. Secara mengejutkan, hal tersebut bisa mengurangi efek samping kanker selama 24 minggu.

Penelitian yang dilaporkan dalam European Journal of Cancer Care menjabarkan pasien mengatakan musik membantu kesejahteraan fisik dan psikologis mereka karena menjauhkan pikiran negatif tentang kanker.

"Terapi musik itu nyaman, tidak melibatkan prosedur invasif dan dapat dengan mudah digunakan oleh orang-orang dalam kenyamanan di rumah sendiri," kata penulis studi Kuei-Ru Chou dari Taipei Medical University dikutip dari Reuters.

Para peneliti merekrut 60 pasien kanker payudara dan secara acak menugaskan setengah dari mereka ke sebuah kelompok yang akan mendengarkan musik di rumah menggunakan pemutar MP3 yang disediakan oleh tim studi dengan pilihan musik klasik, parlor, populer, musik khas Taiwan, dan lainnya. Pasien juga diberi instruksi yang sama tentang seberapa sering mereka mendengarkan.



Para peneliti mendapatkan perbedaan saat para pasien belum menjalani operasi dan setelah 6, 12, dan 24 minggu setelah mendengarkan musik. Hasilnya rata-rata skor keparahan gejala pada kelompok terapi musik turun lima poin pada penilaian enam minggu, tujuh poin pada 12 minggu dan hampir sembilan poin setelah 24 minggu. Skor nyeri dan skor kelelahan keseluruhan turun di setiap penilaian juga.

"Berdasarkan hasil, terapi musik mungkin tidak menghilangkan kelelahan fisik dan mental jangka panjang. Dan studi di masa depan harus menggunakan langkah-langkah obyektif dari rasa sakit dan kelelahan, di samping langkah-langkah subjektif yang digunakan dalam penelitian ini," sebut Chou.

Para peneliti juga tertarik mempelajari bagaimana dan mengapa terapi musik mengurangi gejala dan rasa sakit. Penulis berspekulasi bisa jadi mndengarkan musik mempromosikan endorfin, dopamin, dan serotonin di otak, zat-zat kimia tersebut dapat memicu kegembiraan dan emosi positif yang mengalihkan perhatian pasien dari emosi negatif.

Secara keseluruhan, peneliti menambahkan musik dapat memengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, pernapasan, otot, kerangka, saraf, dan metabolisme juga, meredakan ketegangan otot dan rasa sakit.

(kna/up)