Senin, 17 Jun 2019 17:06 WIB

Ditolak Pria di Tinder Karena Gemuk, Wanita Ini 'Balas Dendam'

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi kegemukan. Foto: iStock Ilustrasi kegemukan. Foto: iStock
Jakarta - Mengira akan punya momen romantis, pertemuan Hannah Bean (23) dengan pria misterius yang ia kenal lewat Tinder malah berakhir menyedihkan. Pria yang akrab dengannya selama tiga bulan terakhir ini memutuskan untuk tidak bertemu dengannya lantaran tubuhnya yang gemuk.

Pria tersebut tak pernah muncul saat Hannah menunggu, lalu mengirimkan pesan "Aku masuk dan melihat kamu tidak seperti yang terlihat di foto. Cobalah untuk berusaha lagi, makan salad dan turunkan berat badan."

Dikutip dari Metro, wanita asal Perth, Australia tersebut mengaku syok. Berat badannya memang mencapai 170 kg membuatnya termotivasi untuk mencintai diri sendiri dan menurunkan berat badan.

"Aku sangat malu. Aku langsung menangis di kafe itu. Aku tak pernah mendengarnya lagi. (Saat itu) sangat memalukan dan aku menjauh dari Tinder cukup lama setelah itu," tuturnya.

Hannah mengaku memang bertubuh gemuk sejak kecil dan mengalami bully akibatnya sejak sekolah. Penyebabnya adalah terlalu sedih saat ayah tirinya meninggal, ia makan banyak untuk menenangkan perasaannya bersama sang ibu.


Bobot Hannah melonjak kilat, bahkan dokternya menyebut apabila ia masih terus makan seperti itu dan tetap naik berat badan, ia hanya akan bisa hidup selama kurang lebih dua tahun saja.

"Aku punya banyak masalah kesehatan. Aku mengidap hipertensi dan prediabetes. Aku membenci tubuhku," ujarnya.

Usai mengalami hal memalukan tersebut, hidupnya berubah. Hannah mulai memakan makanan yang lebih sehat, kebanyakan terinspirasi diet keto yang tinggi protein dan rendah karbohidrat. Ia mulai berolahraga ke gym dan bahkan mengikuti kegiatan pemandu sorak untuk mendapatkan latihan ekstra.

Setelah menjalani diet alami, Hannah juga memutuskan untuk mencoba bedah bariatrik pada tahun 2018. Beratnya kini mencapai 89 kg, dan baginya ini menjadi 'balas dendam' yang menyehatkan.

Hannah bercita-cita bekerja dalam tim paramedis, dan berharap dengan bobot idealnya kini dapat mencapai hal tersebut. Bahkan Hannah mulai memberanikan diri kembali untuk mencari kekasih lewat Tinder, melupakan kisah masa lalunya yang buruk.

"Hidupku telah berubah. Aku bangun tidur tiap hari merasa sangat luar biasa. Pengalaman ini terasa agak tidak nyata saat aku akhirnya kembali ke Tinder dan mulai mendapatkan 'match' (teman yang cocok). Aku belum terbiasa dipuji soal penampilanku, namun rasanya menyenangkan," pungkasnya.




(frp/up)
News Feed