Rabu, 19 Jun 2019 10:05 WIB

Katy Perry-Taylor Swift 'Rujuk', Ini Manfaat Berbaikan dengan Teman

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sempat dikabarkan cekcok, hubungan antara penyanyi Taylor Swift dan Katy Perry tampak membaik. (Foto: Dok. YouTube/Taylor Swift) Sempat dikabarkan cekcok, hubungan antara penyanyi Taylor Swift dan Katy Perry tampak membaik. (Foto: Dok. YouTube/Taylor Swift)
Jakarta - Setelah bersitegang selama beberapa waktu, akhirnya hubungan antara penyanyi Taylor Swift dan Katy Perry membaik. Bahkan Katy Perry menjadi aktris pendukung di video klip Taylor Swift yang baru.

Sebelumnya keduanya dikabarkan sempat cekcok yang membuat mereka saling sindir di dunia maya dan sempat memanas. Selang beberapa tahun, Taylor Swift akhirnya 'rujuk' dengan Katy Perry dengan mengirimkan permohonan maaf berupa cookies yang dikiriman untuk Katy Perry. So sweet ya!

Bermusuhan lama dengan rekan memang nggak enak! Psikolog klinis dari Personal Growth, Ni Made Diah Ayu Anggreni menuturkan ketika bermusuhan dengan teman, kita akan dikuasai oleh perasaan bingung, canggung, bersalah, kesal, atau bahkan marah.

"Perasaan tersebut tentunya membuat kita merasa tidak nyaman dan dapat berdampak negatif jika kita rasakan dalam jangka waktu yang lama. Dengan berbaikan maka akan membantu kita untuk menghilangkan seluruh perasaan yang membuat kita tidak nyaman. Kita akan merasa lega, senang, dan nyaman karena sudah berbaikan dengan teman," katanya kepada detikHealth, Selasa (18/6/2019).


Selanjutnya, manfaat lain berbaikan setelah bermusuhan dengan teman dijabarkan oleh Ayu sebagai berikut:

1. Belajar introspeksi diri dan berbesar hati

Ketika menghadapi konflik dengan teman, pasti melalui proses dan waktu hingga akhirnya dapat berbaikan. Proses yang kita lalui hingga akhirnya berbaikan dengan teman mencakup introspeksi diri.

Dengan melakukan introspeksi diri, kita dapat melakukan evaluasi diri, termasuk memahami kesalahan atau perilaku apa yang telah kita perbuat hingga menimbulkan konflik. Evaluasi diri yang kita lakukan juga membantu kita memperbaiki diri agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

2. Belajar lebih peka

Konflik dengan teman dapat membuat kita belajar mengenal bagaimana karakter mereka dengan lebih baik. Kita dapat mengetahui hal apa saja yang dapat membuat mereka marah dan kesal.


Kita juga dapat melihat bagaimana mereka akan bersikap ketika marah, apakah diam, menghindar, atau justru meledak-ledak untuk meluapkan emosinya. Hal ini mungkin tidak akan kita ketahui jika tidak mengalami konflik dengan teman.

3. Lebih jujur dan terbuka dalam pertemanan

Berbaikan dengan teman setelah berkonflik, akan membuat kita lebih jujur dan terbuka karena masing-masing sudah memahami hal apa yang bisa membuat kesal dan marah. Jika terdapat hal yang terindikasi dapat menimbulkan rasa marah atau kesal, maka harus dibicarakan untuk mencegah terjadinya konflik yang sama.

Kita juga dapat melakukan deep talk dengan teman, mengenai hal apa yang dirasakan dan dialami selama masa konflik terjadi. Hal ini dapat membuat hubungan menjadi lebih hangat.

(kna/fds)
News Feed