Rabu, 19 Jun 2019 17:08 WIB

Fakultas Kedokteran Menjamur, Pembukaan Prodi Kedokteran Baru Akan Dibatasi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Alat peraga di museum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Foto: Ari Saputra) Alat peraga di museum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang terdiri dari berbagai organisasi profesi kedokteran di Indonesia menyatakan sikap untuk membatasi pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang ditulis dalam sebuah moratorium dan ditujukan untuk Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Pasalnya, dari data yang dihimpun oleh Konsil Kedokteran Indonesia, masih banyak FK yang belum memenuhi standar ketersediaan tenaga pendidik atau dosen kedokteran serta persyaratan.

"Pernyataan sikap ini ditujukan karena kita harus melakukan eksekusi. Karena kalau tidak kuantitas FK dan FKG terue berkembang dan tidak dibarengi dengan mutu yang baik," kata Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, Prof Dr dr Bambang Supriyatno, SpA (K) saat dijumpai detikHealth, Rabu (19/6/2019).



Sebelumnya, pernyataan sikap ini telah dilakukan pada 2015 silam dan menunjukkan respons positif. Namun seiring berjalannya waktu pembukaan prodi kedokteran di beberapa universitas tetap berjalan.

"SK (Surat Keterangan) muncul dengan mengejutkan banyak pihak. Kalau keluar SK kan berarti kan sah, nah ini yang membingungkan sebab banyak dari fakultas tersebut yang tidak divisitasi," tambahnya.

Hal ini dilakukan karena melihat penilaian uji kompetensi untuk calon dokter yang memprihatinkan. Tingkat kelulusan dari banyak FK masih sangat rendah terutama yang berakreditasi C.

"Lulusan dokter seperti ini yang tidak diharapkan. Sebab kita menginginkan pendidikan kedokteran akan menghasilkan dokter yang mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat," pungkasnya.

(kna/up)