Rabu, 19 Jun 2019 17:33 WIB

Heboh Emak-emak Tusuk Mahasiswi Bandung, Ini 4 Fakta Penting Jarum Suntik

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Emak-emak misterius beraksi menusukkan jarum suntik secara random di Bandung (Foto: iStock) Emak-emak misterius beraksi menusukkan jarum suntik secara random di Bandung (Foto: iStock)
Jakarta - Seorang mahasiswi di Bandung kena kejadian aneh. Saat perjalanan pulang dari arah Buahbatu menuju ke Pasirkaliki pada Senin (17/6) lalu, wanita itu ditancapkan jarum oleh emak-emak misterius. Ia yang sedang berhenti di lampu merah mendadak teriak, namun si penancap jarum langsung melarikan diri.

Jarum suntik merupakan salah satu benda yang dekat dengan keseharian masyarakat. Dikutip detikHealth dari berbagai sumber, berikut ini fakta menarik seputar jarum.



1. Terbuat dari apa?

Mungkin banyak yang bertanya-tanya bahan apa yang digunakan pada benda berujung lancip ini. Dikutip dari Made How, ada banyak material berbeda yang digunakan untuk membuat jarum hipodermik. Biasanya, bahan yang digunakan adalah stainless steel tahan karat atau carbon steel.

2. Jenis-jenis cara menyuntik

Ada beberapa jenis injeksi yang dikenal, antara lain:

- Injeksi Intramuskular, injeksi ke dalam otot tubuh.

- Injeksi Intradermal, jenis suntikan ini tidak masuk ke bawah dermis dan biasanya digunakan untuk vaksinasi.

- Injeksi Subkutan, jenis injeksi ini dilakukan dengan jarum kecil pendek di bawah kulit dan dianjurkan untuk semua zat yang perlu diserap sangat lambat misalnya atropin.

- Injeksi Endovena atau intravena, memasukan zat atau obat langsung ke dalam sistem peredaran darah dengan jarum yang dimasukkan ke dalam vena



3. Fobia jarum suntik

Orang mungkin merasa ngeri-ngeri sedikit saat disuntik, tapi bagi pengidap fobia jarum suntik atau disebut juga trypanophobia efeknya bisa lebih parah dari sekadar tutup mata. Ia akan mengeluarkan reaksi seperti tekanan darah tinggi dan denyut jantung yang meningkat.

Psikiater dari RSAU Dr M Salamun Bandung, dr Yuliana Ratna Wati, SpKJ, pernah menjelaskan bahwa seseorang bisa mengalami fobia atau ganguan cemas dan takut terhadap jarum suntik, antara lain karena mengalami trauma dengan yang berkaitan dengan jarum suntik.

"Jarum suntik dalam hal ini sebagai objek fobiknya. Terjadinya ya macam-macam faktor, salah satunya mungkin pernah mengalami trauma yang berkaitan dengan jarum suntik. Misalnya dari kecil ditakut-takuti kalau nakal diancam akan disuntik," jelas dr Yuliana.

4. Ukuran jarum suntik

Ukuran jarum suntik bisa beragam, tergantung dari kebutuhan dan kondisi dari pasien.

Ukuran jarum 24G

Jarum infus yang satu ini digunakan pada neonatus, bayi, anak, dan orang dewasa dengan pembuluh darah kecil dan rapuh.

Ukuran jarum 22G

Jarum ini cocok untuk bayi, anak, dan orang dewasa dengan pembuluh darah kecil dan rapuh.

Ukuran jarum 20G

Jarum ini cocok untuk orang dewasa dan anak.

Ukuran jarum 18G

Jarum ini berukuran lebih besar dan biasa digunakan orang dewasa dan anak, serta pasang pada kondisi bedah mayor, trauma, resusitasi cepat.

(ask/up)