Rabu, 19 Jun 2019 18:15 WIB

Lulusan Berlebih, 10 Provinsi Ini Tak Boleh Tambah Fakultas Kedokteran Gigi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
10 Provinsi di Indonesia tidak disarankan menambah Fakultas Kedokteran Gigi karena lulusannya berlebihan(Foto: Thinkstock) 10 Provinsi di Indonesia tidak disarankan menambah Fakultas Kedokteran Gigi karena lulusannya berlebihan(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Tak hanya Fakultas Kedokteran (FK) saja yang menjamur, tetapi juga Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) terpantau sangat banyak di Indonesia. Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) merilis 10 provinsi yang tak boleh tambah FKG.

Ke-10 provinsi tersebut adalah sebagai berikut:

1. DKI Jakarta
2. Jawa Barat
3. Jawa Tengah
4. DI Yogyakarta
5. Jawa Timur
6. Sumatera Utara
7. Sumatera Barat
8. Sumatera Selatan
9. Bali
10. Sulawesi Selatan

"Karena di daerah tersebut sudah mencukupi kebutuhan FKG di Indonesia sehingga sudah berlebihan. Diharapkan daerah yang masih kurang untuk bisa membuka program studi Kedokteran Gigi di daerah terpencil," tutur Ketua Umum PB PDGI, Dr drg Hananto Seno, kepada detikHealth, Rabu (19/6/2019).



Sampai dengan 31 Desember 2018 terdapat 31.651 dokter gigi dan 3.818 dokter gigi spesialis yang teregistrasi di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Hal ini menunjukkan jumlah dokter gigi saat ini telah melebihi target 1: 9.000 penduduk, namun distribusinya belum merata.


"Sekarang masih banyak (universitas-red) yang mendaftar untuk buka FKG tapi PDGI tidak lagi memandang jumlah FKG tapi mutu lulusannya sehingga diharapkan tidak ada masalah pada pelayanan di kemudian hari," sebutnya.

Karenanya, PB PDGI menegaskan strategi yang harus dilakukan adalah memperbaiki kualitas lulusan dokter gigi, bukan dengan membuka prodi FKG baru.

(kna/up)