Kamis, 20 Jun 2019 14:13 WIB

5 Herbal yang Baik untuk Terapi Diabetes, Pare Salah Satunya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
5 herbal untuk bantu terapi diabetes, salah satunya pare. Foto: iStock 5 herbal untuk bantu terapi diabetes, salah satunya pare. Foto: iStock
Jakarta - Obat herbal dari tanaman-tanaman tradisional yang tumbuh subur di Indonesia ternyata bisa membantu terapi dari penyakit seperti misalnya diabetes mellitus. Tapi tahukah kamu, tanaman apa sajakah itu?

"Wisdom nenek moyang kita, untuk melawan yang manis diberi yang pahit-pahit," ujar Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Danang Ardiyanto, kepada detikHealth.


Contohnya nih di Yogyakarta, memasak gudeg yang manis dengan diberikan tambahan daun salam. Dan tahu tidak, ternyata daun salam juga bisa memberikan efek baik bagi glukosa dalam darah seseorang.

"Dulu kan nenek moyang nggak kenal istilah DM (diabetes mellitus), tahunya kencing manis. Itu bentuk kearifan lokal budaya jamu. Hanya saja untuk dipakai oleh dunia medis diperlukan bukti ilmiah lewat penelitian, EBM (evidence based medicine),"

Dokter Danang pun memberikan beberapa contoh tanaman yang dipercaya bisa membantu terapi pada pasien diabetes. Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Sambiloto

Daun sambiloto mempunyai kandungan senyawa aktif yaitu flavanoid yang mengandung antioksidan yang dapat mengikat radikal di dalam tubuh. Selain itu, ditemukan pula kandungan andrografolid yang mampu menurunkan kadar gula darah pada tikus dengan diabetes melitus.

Sebelumnya, juga pernah ada penelitian dari National Univerisity of Singapore yang melaporkan bahwa ekstrak sambiloto dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus DM tipe 1 secara poten.

2. Pare

Besok-besok kalau makan siomay, jangan lupa minta pakai pare ya. Momordica Charantia alias pare ternyata dapat digunakan sebagai antidiabetes dan agen antihiperglikemik, kondisi di mana tubuh punya terlalu banyak glukosa dalam darah. Mulai dari ekstrak daging buah, biji, dapat bahkan daunnya terbukti memiliki efek hipoglikemik dalam berbagai model hewan coba.


3. Lidah buaya

Lidah buaya sering disebut sebagai obat dari berbagai macam penyakit, salah satunya untuk diabetes. Nah ternyata, dalam lidah buaya juga ditemukan efek hipoglikemik pada tikus diabetes. Lidah buaya juga diketahui memiliki antivitas antiinflamasi dan dapat meningkatkan penyembuhan luka pada tikus diabetes, tergantung dosis.

4. Daun salam

Salam alias Eugenia polyatha Wight merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di hutan, pegunungan, bahkan di pekarangan rumah. Ada beberapa kandungan salam seperti minyak atsiri yang mengandung sitral, eugenol, tannin dan flavanoid.

Pernah ada penelitian yang dilakukan pada kelinci mengenai kandungan salam untuk menurunkan gula dalam darah. Dilaporkan, infus daun salam 175 mg/kg berat badan kelinci dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci.

5. Brotowali

Penelitian tentang digunakannya brotowali sebagai obat alternatif diabetes melitus tipe 2 pernah dilakukan di Malaysia, oleh Noor et al. Dilaporkan adanya efek hipoglikemik dari brotowali karena adanya kenaikan kadar insulin akibat pemberian brotowali pada hewan percobaan. (ask/up)
News Feed